Seorang Penunggang Kuda di Langit – Cerpen Ambrose Bierce
24 Maret 2025| | 39 CommentsSang penunggang kuda menatap ke bawah, ke dasar lembah. Carter merasa seolah dia melihat monumen dari perang yang sudah berakhir.
Oleh: Cindy Febri Yanti |
Fresh graduate kelahiran tahun 2001 yang sedang belajar bahasa inggris dengan menerjemahkan cerpen-cerpen bagus di website.
Pada suatu sore yang cerah di musim gugur tahun 1861, seorang tentara terbaring di semak laurel di pinggir jalan di Virginia Barat. Dia berbaring telungkup, dengan kepala di lengan kirinya dan tangan kanannya longgar menggenggam senapan. Jika bukan karena cara tidurnya yang tertata rapi dan gerakan pelan dari kotak peluru di sabuknya, orang mungkin mengira dia sudah mati. Namun, dia sebenarnya tertidur saat bertugas—sebuah kesalahan besar yang bisa berujung pada hukuman mati.
Tempat dia berbaring berada di sudut jalan yang naik curam ke arah selatan sebelum berbelok tajam ke barat. Jalan itu membentang sekitar seratus meter di puncak sebelum berbelok kembali ke selatan dan menurun zig-zag melewati hutan. Di sudut jalan itu ada batu besar yang menonjol ke utara, menghadap ke lembah dalam di bawahnya. Jika dia terjaga, dia bisa melihat seluruh jalur jalan dan tebing di bawahnya.
Wilayah di sekitarnya penuh dengan pepohonan kecuali di dasar lembah di utara, di mana terdapat padang rumput kecil dengan sungai yang mengalir melewatinya. Dari atas, padang rumput itu terlihat kecil seperti halaman rumah biasa, padahal sebenarnya luasnya beberapa hektar. Warna hijau padang rumput itu lebih cerah dibandingkan hutan di sekitarnya. Di seberang lembah, ada jajaran tebing besar seperti tempat si tentara berbaring.
Tidak ada tempat yang terlalu liar atau sulit untuk dijadikan medan perang. Di dasar lembah, tersembunyi di hutan, terdapat lima resimen tentara Union yang sedang beristirahat setelah berjalan seharian dan semalaman. Malam nanti, mereka akan bergerak lagi, mendaki ke tempat di mana penjaga yang tertidur itu bertugas, lalu turun ke sisi lain untuk menyerang kamp musuh di tengah malam. Misi mereka adalah menyerang secara mendadak. Jika gagal, posisi mereka akan sangat berbahaya, terutama jika musuh mengetahui keberadaan mereka.
***
Penjaga yang tertidur itu adalah Carter Druse, seorang pemuda asal Virginia dari keluarga kaya. Sejak kecil, dia hidup dengan nyaman. Rumahnya hanya beberapa mil dari tempat dia bertugas sekarang. Suatu pagi, dia berkata kepada ayahnya dengan tenang, “Ayah, resimen Union baru tiba di Grafton. Aku akan bergabung dengan mereka.”
Sang ayah menatapnya dengan mata tajam dan menjawab, “Baiklah, pergilah. Apa pun yang terjadi, lakukan tugasmu sesuai kata hatimu. Virginia, tempatmu lahir, harus bertahan tanpamu. Jika kita masih hidup setelah perang ini, kita akan membicarakan ini lagi. Ibumu sedang dalam kondisi kritis dan tidak akan bertahan lama. Lebih baik jangan mengganggunya.”
Carter membungkuk hormat pada ayahnya, yang membalas dengan sikap tegas meskipun hatinya hancur. Dia pun meninggalkan rumahnya untuk menjadi tentara. Berkat keberanian dan keteguhannya, dia segera mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekannya dan para atasannya. Itulah sebabnya dia ditugaskan di posisi berbahaya sebagai penjaga di garis depan. Namun, kelelahan lebih kuat dari tekadnya, dan dia tertidur.
Apa yang membuatnya terbangun? Tidak ada yang tahu. Dalam keheningan sore itu, ada sesuatu yang membangunkannya—sesuatu yang tak terlihat, membisikkan kata yang tak bisa diingat oleh manusia. Perlahan, dia mengangkat kepalanya dari lengannya dan melihat melalui semak-semak laurel, secara naluriah menggenggam senapannya lebih erat.
Yang pertama dia rasakan adalah kekaguman. Di atas tebing yang menjulang tinggi, tepat di ujung batu besar, berdiri seorang pria menunggang kuda. Sosok itu tampak seperti patung, berdiri diam dengan keanggunan dan kewibawaan luar biasa. Pakaiannya yang berwarna abu-abu berpadu sempurna dengan latar langit, dan senjata di tangannya terlihat jelas. Sang penunggang kuda menatap ke bawah, ke dasar lembah.
Carter merasa seolah dia melihat monumen dari perang yang sudah berakhir. Namun, perasaan itu segera hilang saat kuda itu sedikit bergerak mundur dari tebing. Carter sadar dengan cepat dan mengangkat senapannya, membidik langsung ke dada pria itu. Dia tahu bahwa jika musuh itu melihatnya, misi mereka bisa gagal. Sebuah tarikan pelatuk, dan masalahnya selesai.
Tapi saat itu, pria di atas kuda berbalik, menatap langsung ke arah Carter. Mata mereka bertemu.
Carter merasa tubuhnya gemetar. Apakah benar seburuk itu membunuh musuh dalam perang? Musuh yang bisa membahayakan seluruh pasukannya? Tangannya melemah, wajahnya pucat, dan dia hampir pingsan karena perasaan yang membebaninya.
Namun, hanya dalam hitungan detik, dia kembali tenang. Tugasnya jelas—pria itu harus mati. Tapi ada satu harapan. Mungkin pria itu tidak menyadari keberadaan mereka. Jika dia berbalik dan pergi, Carter tidak perlu menembak.
Carter melirik ke lembah di bawah dan melihat sekelompok tentara berkuda sedang bergerak di padang rumput. Jika pria di atas kuda itu melihat mereka, dia pasti akan memberi tahu pasukannya. Carter kembali membidik, kali ini ke arah kuda. Kata-kata ayahnya terngiang di benaknya, “Apa pun yang terjadi, lakukan tugasmu.”
Dengan hati yang mantap, dia menahan napas dan menarik pelatuknya.
***
Seorang perwira Union yang sedang menjelajahi area di bawah tebing melihat sesuatu yang luar biasa. Seorang pria menunggang kuda meluncur turun dari langit! Penunggang itu tetap duduk tegak, rambutnya berkibar tertiup angin. Kudanya bergerak seolah sedang berlari di udara, tetapi gerakannya semakin melambat. Perwira itu terpaku, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Sekejap kemudian, terdengar suara keras dari pepohonan di bawah, lalu sunyi.
Dengan gemetar, perwira itu berdiri dan berlari ke tempat di mana dia mengira pria itu jatuh. Tapi dia tidak menemukan apa-apa. Dia menyadari bahwa jalur kavaleri udara itu hanya satu arah—langsung ke dasar tebing. Setengah jam kemudian, dia kembali ke perkemahan.
Perwira itu tidak menceritakan apa yang dilihatnya. Ketika komandan bertanya apakah dia menemukan sesuatu yang berguna, dia hanya menjawab, “Ya, Pak. Tidak ada jalan keluar dari lembah ini ke arah selatan.”
Komandannya tersenyum. Dia tahu lebih baik dari itu.
***
Setelah menembak, Carter Druse mengisi ulang senapannya dan kembali berjaga. Tak lama kemudian, seorang sersan datang mendekatinya.
“Kamu yang menembak?” tanya sersan dengan suara pelan.
“Iya.”
“Ke arah apa?”
“Seekor kuda. Ia berdiri di atas batu besar di sana. Sekarang tidak ada lagi. Ia jatuh dari tebing.”
Sersan itu tampak pucat. “Dengar, Druse,” katanya, “Jangan buat ini jadi misteri. Aku perintahkan kamu untuk melapor. Ada orang di atas kuda itu?”
Carter menatap kosong ke arah lembah. “Iya.”
“Siapa?”
Carter menelan ludah dan berkata pelan, “Ayahku.”
Sersan itu terdiam. Lalu, tanpa berkata apa-apa, dia berjalan menjauh sambil berbisik, “Ya Tuhan…” [*]
Tentang Ambrose Bierce |
Ambrose Bierce (1842–menghilang sekitar 1914) adalah seorang penulis, jurnalis, dan tentara asal Amerika Serikat yang dikenal karena cerita-cerita pendeknya yang gelap, satir tajam, dan pandangan sinis terhadap kehidupan. Ia terkenal karena kumpulan ceritanya yang bertema Perang Saudara Amerika, terutama “An Occurrence at Owl Creek Bridge”, yang dianggap sebagai salah satu cerita pendek terbaik dalam sastra Amerika. Cerpen di atas diterjemahkan oleh Cindy Febri Yanti.
Ilustrasi: Turbaned Soldier on Horseback (Rembrandt), dari WikiArt.org.
Baca juga:
– Dunia, Seribu Tahun Kemudian – Cerpen Juza Unno
– Sel Tahanan 3.47 – Cerpen Kate Hughes

Cerita “Seorang Penunggang Kuda di Langit” karya Ambrose Bierce menggambarkan situasi yang penuh ketegangan dan dilema moral di tengah Perang Saudara Amerika. Cerita ini dimulai dengan penggambaran seorang tentara, Carter Druse, yang tertidur saat bertugas. Ketika terbangun, dia melihat seorang pria di atas kuda yang tampak seperti patung, dan saat dia menyadari bahwa pria itu adalah musuh, dia dihadapkan pada pilihan sulit: menembak atau tidak.
Dari segi alur, cerita ini sangat menarik dan penuh ketegangan. Pembaca dibawa masuk ke dalam pikiran Carter yang berjuang antara tugasnya sebagai tentara dan perasaannya sebagai manusia. Ketika dia akhirnya menembak, twist yang mengejutkan muncul ketika dia mengungkapkan bahwa pria yang dia tembak adalah ayahnya. Ini memberikan dampak emosional yang kuat dan menunjukkan betapa perang dapat menghancurkan hubungan keluarga.
Bahasa yang digunakan Bierce sederhana namun efektif, menciptakan suasana yang mendalam dan dramatis. Deskripsi tentang lingkungan sekitar dan perasaan Carter sangat kuat, membuat pembaca dapat merasakan ketegangan dan kesedihan yang dialaminya.
Secara keseluruhan, cerita ini adalah refleksi yang mendalam tentang perang, moralitas, dan konsekuensi dari tindakan kita. Ending yang tak terduga membuat pembaca merenung tentang harga yang harus dibayar dalam konflik dan bagaimana perang dapat merusak segalanya, bahkan hubungan terdekat. Ini adalah cerita yang sangat mengesankan dan layak di baca.
di tunggu karya berikutnya
Ceritanya seru dan sangat menarik untuk dibaca
Baca² aja dulu
Cerita seru banget🤩
Sangat mengispirasi
kaget sama endingnya
Cerita yang menarik, cerpen yang sangat seru dan menarik
Cerpennya sangat menarik, banyak pelajaran dan bahaya yg baru, dan tidak bisa di tebak, kerenn ceritanya
Cerpen yang kuat dan penuh ketegangan! Ambrose Bierce menggambarkan konflik batin seorang tentara dengan begitu tajam—dilema antara tugas dan ikatan keluarga. Plotnya sederhana tapi efektif, dengan twist akhir yang menghantam. Gaya narasinya deskriptif, membawa pembaca langsung ke medan perang. Klimaksnya tragis dan tak terduga, meninggalkan kesan mendalam. Karya klasik yang singkat namun memukau!
cerpennya menarik, dan bikin penasaran. plot twist nya juga ga bisa di tebak.
Agak panjang tapi lumayan buat cerpen kayak gini 7/10
Ceritanya menarik, bahasa yang digunakan mudah dimengerti oleh reader. Ditunggu karya terbarunya ya
Cerpenya sangat menarik. Plotwistnya sangat tidak terduga
Bagus banget ceritanya
cerita nya sangat seru
jalur ceritanya penuh teka teki dan endingnya sangat tidak disangka-sangka
dan satu kata dari saya bagus karena saya mengambil dari aspek-aspek yang terkandung di dalam cerita tersebut sangat penuh makna
cerita nya menarik! dan juga seru untuk di baca…pokoknyaa bagus banget dehhh💓
Ceritanya sangat unik dan mudah di pahami, banyak makna yang dapat kita peroleh dari sini, kisahnya sangat enak di denganr
Keren! Analisisnya tajam dan sangat membantu untuk memahami buku ini lebih dalam.”
Cerpen yang menarikk dan seruu
seru banyak pelajaran yang bisa di ambil
Ceritanya sangat menarik banyak pelajaran dan bahasa baru yang aku tau.
Ceritanya sangat menarik perhatian
Suasana alurnya serta plot twistnya
Bahasanya keren maasyaaAllah, menarik dan jadi asyik membaca
Plot twist bgt, bacanya harus teliti ya. Sebenernya udah di spill dari percakapan mereka berdua
Cerpen yang sangat bagus, 10 bintang menurut saya karena dari segi penyampayan dan alur nya sangat baik
cerpen yang sangat menarik dan bisa membuat audience jadi tambah wawasan tentang sejarah
cerpen nya sangat menarik truss byk bgt plot twist nya gitu
Plot twist nya keren. Ga nyangka sama ending nya.
Cerita yang amat mudah dipahami
Cerpennya is the best
1. “Cerpen ini memiliki imajinasi yang sangat kreatif dan unik. Penulis berhasil membawa pembaca ke dalam dunia yang tidak biasa dan membuat kita bertanya-tanya tentang kemungkinan-kemungkinan yang ada di luar sana.”
2. “Saya suka cara penulis menggambarkan penunggang kuda di langit. Deskripsi yang digunakan sangat vivid dan membuat saya merasa seperti sedang melihat adegan itu sendiri.”
3. “Cerpen ini memiliki pesan yang dalam tentang kebebasan dan kekuatan imajinasi. Penulis berhasil menyampaikan pesan tersebut melalui cerita yang menarik dan tidak biasa.”
4. “Saya sedikit bingung dengan ending cerpen ini, tapi itu membuat saya ingin membaca lagi dan mencari jawaban. Penulis berhasil membuat saya penasaran dan ingin tahu lebih banyak.”
5. “Cerpen ini memiliki gaya bahasa yang sangat indah dan poetis. Penulis berhasil menggunakan bahasa untuk menggambarkan suasana dan emosi yang sangat kuat
Ini kerenn bangettt alur ceritanya🥺🥺
cerpen nya bagusss bangett
Carpennya lumayan seru
plot twist yg tidak pernah terbayang kan, banyak peran yang kaget akan hal sebenarnya
cerita nya sangat menarik banyakk sekali pelajaran dan bahasa bahasa baru yang aku tau, ni cerpen oke bangett
cerpenya sangat seru