Menu
Menu

Apakah Dunia Saat Ini Masih Membutuhkan Surat Cinta?


Oleh: M.Z. Billal |

Lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Seorang Guru Sekolah Dasar. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Buku-bukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital seperti kompas.id, Jawa Pos, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, bacapetra.co, dll,serta sejumlah antologi nasional.


Tuhan Mengirimiku Mimpi-Mimpi yang Aneh tapi Selalu Ada Kau di Dalamnya

1/
aku tidur di hamparan permen kapas.
langit berwarna hijau anggur; menguarkan
aroma tubuh seseorang yang kukenal.
ketika kubuka mata ciuman menyambutku
seperti ucapan selamat pagi yang mesra.
tapi entah kenapa tubuhku meleleh,
sementara permen kapas kian padat.
apakah bibirmu pada bibirku
membinasakanku?

2/
aku berlari dalam gelap. tapi kudengar
bisikan. seperti angin yang kini menguasai
bahasa manusia. ia merapal puisi-puisi
sebagai mantra. melumpuhkan kaki-kaki
yang berlari. seribu langkahmu menjauh,
sejuta tarikan kepadaku. demikian bisikan itu
berulangkali sampai ke telinga. sampai akhirnya
aku melihat setitik cahaya yang membentuk
tubuhmu. apakah sinarmu adalah penyelamatku?

3/
aku menikmati sarapan di ruangan bundar
berdinding bata merah. jendelanya
seperti layar televisi kuno. gambar gunung
dan persawahan indah tapi berwarna
hitam putih. lalu kau tiba-tiba muncul
di antara celah lemari dapur. kau tersenyum.
tidak mengatakan apa-apa. namun aku tak
menyangka, ketika aku menusuk irisan apel
pertama, aku merasakan sakit pada dadaku.
sementara kau hanya bilang, “aku memasukimu,
sayang. itu akan menyakitimu.”

4/
aku tanpa sehelai benang. kau setumpuk sutra.
lalu seseorang memintal kita. ia bernyanyi
sebuah lagu yang tidak pernah kudengar.
semakin syahdu suaranya, semakin aku ingin
mencumbumu. kau akan mendengar lebih keras
aku menyebut namamu ratusan kali.
mengiringi pergerakan cinta yang merasuk
ke dalam tubuhmu dan tubuhku. kita saling
melepaskan. kita saling merengkuh.
aku tak mau ini berakhir. aku tak mau pulang.
aku menginginkan percintaan ini
selama mungkin. selama-lamanya.

5/
aku bernapas di dasar lautan. ikan-ikan
membangun sebuah kota besar. mereka
sibuk keluar-masuk gedung pemerintahan.
tapi aku bukan bangsa ikan. aku tenggelam
ketika sebuah peluru ditembakkan tepat
di kepalaku. dan ikan-ikan membicarakan
hal penting. mereka memeluk tubuhku
erat sekali. salah satu dari mereka berbisik
menyadarkanku: “kau tahu, sayang.
kekasihmu baru saja melepaskan sesuatu
ke dalam kepalamu. ia bilang itulah
pekerjaan lain saat mencintaimu.”

2024

.

Latihan Menulis Surat Cinta

23 maret, dan masih gerimis.
tapi separuh terik di pinggiran
selatan kota tropis. hari rabu.
dan hatiku, selembar beludru.
         hai. maaf, aku sangat gugup
         mengatakan ini. aku kerap
         kehabisan bahan bakar. kau
         mengerti maksudnya, kan?
         kata-kataku seakan mogok
         di dalton highway saat aku
         berhadapan dengan manusia
         sepertimu. dan membeku dan
         asing. dan takut aku tak lagi
         punya kesempatan setenang
         ini. menyusun anggota tubuh
         dan membagikan pikiranku
         ke dalam semangkuk dingin
         sup stroberi yang kutanam
         di sela-sela kepalaku sendiri.
         tapi aku sungguh terjatuh ke
         dalam dirimu. tidak penting
         tubuhku akan lepuh luruh.
         bukankah rasa sakit adalah
         bahasa cinta yang menguatkan?
                 ah, aku benar-benar merasakan
                 kau seperti sumber gravitasi
                 dan aku adalah pecahan batu
                 angkasa yang tertarik kuat
                 ke dalam orbitmu. aku berputar.
                 terus mengelingi jagat raya,
                 mengitarimu dengan gembira
                 seakan aku dan kau tak akan
                 pernah terpisahkan. meski kita
                 tahu, teori benturan besar akan
                 mengubah segalanya bila
                 kita terlalu dekat, terlalu erat.
                 tapi sekali lagi aku sungguh
                 merasakan ini sebagai cinta
                 bukan basa-basi perasaanku
                 kepada manusia lain; dirimu.
                           jemari angin menghentikan gerimis.
                           bunga-bunga mulai pudar di kotak
                           taman. langit pinggiran selatan
                           kota tropis bersemu merah jambu.
                                   andai saja kau tahu betapa kerasnya
                                   mengungkapkan ini ke dalam tubuh
                                   sepotong surat, kau tentu saja berhasil
                                   membuatku tenggelam hingga ke
                                   dasar bumi. kau akan bingung apa
                                   sebenarnya yang telah kauperbuat
                                   padaku. padahal kau saja sebetulnya
                                   tak pernah tahu ada makhluk yang
                                   sembunyi-sembunyi mencintaimu;
                                   aku. perkara-perkara perasaan yang
                                   agak memalukan. besar opiniku
                                   kalau pablo neruda atau qabbani
                                   akan tertawa cekikian bila melihat
                                   usaha keras penyair amatiran
                                   menulis puisi cinta untuk kekasih
                                   yang belum atau bahkan mungkin
                                   tidak akan pernah jadi kekasihnya.
                                   terasa getir tapi manis seperti apel.
                                         tapi omong-omong, apa ini lelucon
                                         yang berlebihankah, menurutmu?
                                         aku tidak tahu caranya memandu
                                         tawa ke perut orang-orang. terakhir
                                         kali aku bisa tertawa selapang dan sesejuk
                                         romsdal valley adalah ketika aku
                                         balap lari pada pagi berkabut bersama
                                         sahabat terbaikku yang sudah tiada;
                                         tapi dia malah nyemplung ke kubangan
                                         induk katak yang masih sibuk merawat
                                         anak-anaknya waktu itu. aku terbahak
                                         hingga kini tapi sambil menangis.
                                         ah, kenapa pula di dalam surat cinta
                                         ada cerita sedih yang aku tuturkan?
                                         maaf. sungguh maaf. aku tak bermaksud
                                         memberitahumu tentang ini.
                                         walau aku sebenarnya menginginkan
                                         kau tahu tentang itu. sama halnya aku
                                         yang menginginkan kau juga tahu
                                         bahwa aku benar-benar menyukaimu.
                                         mencintaimu melampaui setiap batasan.
                                         melebihi seluruh kata dalam surat ini.
                                                 pinggiran selatan kota tropis mulai
                                                 temaram. burung-burung pulang
                                                 ke timur. daun jatuh di tepi jendela.
                                                 seakan bertanya begini kepadaku.
                                                 apakah dunia saat ini masih
                                                 membutuhkan surat cinta?

                                                 2024

.

Anak Lelaki Kesunyian, Anak Lelaki Renungan

berasal dari kegelapan. aku.
ayahku kesunyian dan
ibuku renungan. dan percintaan itu
menjadikan tubuhku bait-bait puisi
yang dibacakan oleh selembar
daun takdir berukir namaku
ketika malam diam-diam
mencuri anggur firdaus
dan menenggaknya hingga tandas
lalu pulang dalam keadaan
telanjang meski laba-laba bukit tropis
telah menawarkan jaring-jaringnya
sebagai pakaian, sebagai kehangatan.

oh, senantiasa berasal
dari kegelapanlah. aku.
anak lelaki kesunyian,
anak lelaki renungan.
dan kesedihan-kesedihan adalah
semangkuk ceri yang diletakkan
di atas senampan kue
perayaan hari kelahiran
ketika lengan akhir pekan
berhasil menyibak
awan-awan hitam dan
meminta burung-burung gagak
menyanyikan sebuah lagu
pengantar kelahiran.

aku;
ayahku kesunyian
ibuku renungan
dan rumah ibadahku
kematian.

2024

.

Sudahi Patah Hatimu, Mari Kita Bercumbu

mari kita bercumbu,
       dan
            sudahi patah hatimu.

dunia telah menjadi keparat
sejak peradaban manusia dimulai.
dan ia adalah nama bagi seluruh
hal terkutuk; termasuk kita, bukankah?

kita adalah kejahatan, kita juga adalah kebaikan;
kita mencintai, kita juga yang menanggung patah hati;
kita yang memeluk, kita juga yang melepaskannya;
kita yang tertawa, pada akhirnya kita pula yang menangis.

dan kita
         akan selalu
                       begitu sampai
         mati terhidang
di atas meja

maka kemarilah. mari kita sudahi
kekecewaan ini dan siapkan diri
untuk tubuh beserta jiwa bercinta lagi
kita saling memasuki. kita menjelma puisi.

masa bodoh seluruh perbatasan ilmu pengetahuan
akan kehabisan kekuatan menahan segala kekacauan.
cukup kita sediakan hari-hari menyaksikan cinta bak kuda pacuan
berlari, terus berlari, terengah-engah, menikmati desah dan igauan.

2024


Ilustrasi: The Love Letter (Eugene de Blaas), dari WikiArt.org.

Baca juga:
Puisi-Puisi Dian Hardiana – Cinta dalam Matematika
Puisi-Puisi Surya Gemilang – Situasi-Situasi Batas
Puisi-Puisi Royyan Julian – Di Ranjang Pascakolonial


Subscribe to our Newsletter

Get the latest posts delivered right to your inbox.

4 thoughts on “Puisi-Puisi M.Z. Billal – Apakah Dunia Saat Ini Masih Membutuhkan Surat Cinta?”

  1. dimas berkata:

    menurut ku aku yang suka puisi sangat memberi apresiasi kepada yang buat karna puisi ini benar” bagus dan rangkaian kisah nya juga bagus dan rapih

  2. melati berkata:

    menurut ku puisi ini sangat mangandung unsur sastra dan sangat bagus untk di baca ,puisi ini juga mangandung isi curahan hati seseorang menyatakan cinta nya kepada orang yg ia cintai di dunia ini

  3. cylla berkata:

    bagus

  4. araaa berkata:

    menurut ku puisi ini sangat mengandung unsur sastra dan sangat bagus utk di baca. Puisi ini juga mengandung isi curahan hati seseorang utk menyatakan cinta nya kepada orang yg ia cintai di dunia ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *