Puisi-Puisi M.Z. Billal – Apakah Dunia Saat Ini Masih Membutuhkan Surat Cinta?
10 Oktober 2024| | 4 CommentsApakah Dunia Saat Ini Masih Membutuhkan Surat Cinta?
Oleh: M.Z. Billal |
Lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Seorang Guru Sekolah Dasar. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Buku-bukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital seperti kompas.id, Jawa Pos, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, bacapetra.co, dll,serta sejumlah antologi nasional.
Tuhan Mengirimiku Mimpi-Mimpi yang Aneh tapi Selalu Ada Kau di Dalamnya
1/
aku tidur di hamparan permen kapas.
langit berwarna hijau anggur; menguarkan
aroma tubuh seseorang yang kukenal.
ketika kubuka mata ciuman menyambutku
seperti ucapan selamat pagi yang mesra.
tapi entah kenapa tubuhku meleleh,
sementara permen kapas kian padat.
apakah bibirmu pada bibirku
membinasakanku?
2/
aku berlari dalam gelap. tapi kudengar
bisikan. seperti angin yang kini menguasai
bahasa manusia. ia merapal puisi-puisi
sebagai mantra. melumpuhkan kaki-kaki
yang berlari. seribu langkahmu menjauh,
sejuta tarikan kepadaku. demikian bisikan itu
berulangkali sampai ke telinga. sampai akhirnya
aku melihat setitik cahaya yang membentuk
tubuhmu. apakah sinarmu adalah penyelamatku?
3/
aku menikmati sarapan di ruangan bundar
berdinding bata merah. jendelanya
seperti layar televisi kuno. gambar gunung
dan persawahan indah tapi berwarna
hitam putih. lalu kau tiba-tiba muncul
di antara celah lemari dapur. kau tersenyum.
tidak mengatakan apa-apa. namun aku tak
menyangka, ketika aku menusuk irisan apel
pertama, aku merasakan sakit pada dadaku.
sementara kau hanya bilang, “aku memasukimu,
sayang. itu akan menyakitimu.”
4/
aku tanpa sehelai benang. kau setumpuk sutra.
lalu seseorang memintal kita. ia bernyanyi
sebuah lagu yang tidak pernah kudengar.
semakin syahdu suaranya, semakin aku ingin
mencumbumu. kau akan mendengar lebih keras
aku menyebut namamu ratusan kali.
mengiringi pergerakan cinta yang merasuk
ke dalam tubuhmu dan tubuhku. kita saling
melepaskan. kita saling merengkuh.
aku tak mau ini berakhir. aku tak mau pulang.
aku menginginkan percintaan ini
selama mungkin. selama-lamanya.
5/
aku bernapas di dasar lautan. ikan-ikan
membangun sebuah kota besar. mereka
sibuk keluar-masuk gedung pemerintahan.
tapi aku bukan bangsa ikan. aku tenggelam
ketika sebuah peluru ditembakkan tepat
di kepalaku. dan ikan-ikan membicarakan
hal penting. mereka memeluk tubuhku
erat sekali. salah satu dari mereka berbisik
menyadarkanku: “kau tahu, sayang.
kekasihmu baru saja melepaskan sesuatu
ke dalam kepalamu. ia bilang itulah
pekerjaan lain saat mencintaimu.”
2024
.
Latihan Menulis Surat Cinta
23 maret, dan masih gerimis.
tapi separuh terik di pinggiran
selatan kota tropis. hari rabu.
dan hatiku, selembar beludru.
hai. maaf, aku sangat gugup
mengatakan ini. aku kerap
kehabisan bahan bakar. kau
mengerti maksudnya, kan?
kata-kataku seakan mogok
di dalton highway saat aku
berhadapan dengan manusia
sepertimu. dan membeku dan
asing. dan takut aku tak lagi
punya kesempatan setenang
ini. menyusun anggota tubuh
dan membagikan pikiranku
ke dalam semangkuk dingin
sup stroberi yang kutanam
di sela-sela kepalaku sendiri.
tapi aku sungguh terjatuh ke
dalam dirimu. tidak penting
tubuhku akan lepuh luruh.
bukankah rasa sakit adalah
bahasa cinta yang menguatkan?
ah, aku benar-benar merasakan
kau seperti sumber gravitasi
dan aku adalah pecahan batu
angkasa yang tertarik kuat
ke dalam orbitmu. aku berputar.
terus mengelingi jagat raya,
mengitarimu dengan gembira
seakan aku dan kau tak akan
pernah terpisahkan. meski kita
tahu, teori benturan besar akan
mengubah segalanya bila
kita terlalu dekat, terlalu erat.
tapi sekali lagi aku sungguh
merasakan ini sebagai cinta
bukan basa-basi perasaanku
kepada manusia lain; dirimu.
jemari angin menghentikan gerimis.
bunga-bunga mulai pudar di kotak
taman. langit pinggiran selatan
kota tropis bersemu merah jambu.
andai saja kau tahu betapa kerasnya
mengungkapkan ini ke dalam tubuh
sepotong surat, kau tentu saja berhasil
membuatku tenggelam hingga ke
dasar bumi. kau akan bingung apa
sebenarnya yang telah kauperbuat
padaku. padahal kau saja sebetulnya
tak pernah tahu ada makhluk yang
sembunyi-sembunyi mencintaimu;
aku. perkara-perkara perasaan yang
agak memalukan. besar opiniku
kalau pablo neruda atau qabbani
akan tertawa cekikian bila melihat
usaha keras penyair amatiran
menulis puisi cinta untuk kekasih
yang belum atau bahkan mungkin
tidak akan pernah jadi kekasihnya.
terasa getir tapi manis seperti apel.
tapi omong-omong, apa ini lelucon
yang berlebihankah, menurutmu?
aku tidak tahu caranya memandu
tawa ke perut orang-orang. terakhir
kali aku bisa tertawa selapang dan sesejuk
romsdal valley adalah ketika aku
balap lari pada pagi berkabut bersama
sahabat terbaikku yang sudah tiada;
tapi dia malah nyemplung ke kubangan
induk katak yang masih sibuk merawat
anak-anaknya waktu itu. aku terbahak
hingga kini tapi sambil menangis.
ah, kenapa pula di dalam surat cinta
ada cerita sedih yang aku tuturkan?
maaf. sungguh maaf. aku tak bermaksud
memberitahumu tentang ini.
walau aku sebenarnya menginginkan
kau tahu tentang itu. sama halnya aku
yang menginginkan kau juga tahu
bahwa aku benar-benar menyukaimu.
mencintaimu melampaui setiap batasan.
melebihi seluruh kata dalam surat ini.
pinggiran selatan kota tropis mulai
temaram. burung-burung pulang
ke timur. daun jatuh di tepi jendela.
seakan bertanya begini kepadaku.
apakah dunia saat ini masih
membutuhkan surat cinta?
2024
.
Anak Lelaki Kesunyian, Anak Lelaki Renungan
berasal dari kegelapan. aku.
ayahku kesunyian dan
ibuku renungan. dan percintaan itu
menjadikan tubuhku bait-bait puisi
yang dibacakan oleh selembar
daun takdir berukir namaku
ketika malam diam-diam
mencuri anggur firdaus
dan menenggaknya hingga tandas
lalu pulang dalam keadaan
telanjang meski laba-laba bukit tropis
telah menawarkan jaring-jaringnya
sebagai pakaian, sebagai kehangatan.
oh, senantiasa berasal
dari kegelapanlah. aku.
anak lelaki kesunyian,
anak lelaki renungan.
dan kesedihan-kesedihan adalah
semangkuk ceri yang diletakkan
di atas senampan kue
perayaan hari kelahiran
ketika lengan akhir pekan
berhasil menyibak
awan-awan hitam dan
meminta burung-burung gagak
menyanyikan sebuah lagu
pengantar kelahiran.
aku;
ayahku kesunyian
ibuku renungan
dan rumah ibadahku
kematian.
2024
.
Sudahi Patah Hatimu, Mari Kita Bercumbu
mari kita bercumbu,
dan
sudahi patah hatimu.
dunia telah menjadi keparat
sejak peradaban manusia dimulai.
dan ia adalah nama bagi seluruh
hal terkutuk; termasuk kita, bukankah?
kita adalah kejahatan, kita juga adalah kebaikan;
kita mencintai, kita juga yang menanggung patah hati;
kita yang memeluk, kita juga yang melepaskannya;
kita yang tertawa, pada akhirnya kita pula yang menangis.
dan kita
akan selalu
begitu sampai
mati terhidang
di atas meja
maka kemarilah. mari kita sudahi
kekecewaan ini dan siapkan diri
untuk tubuh beserta jiwa bercinta lagi
kita saling memasuki. kita menjelma puisi.
masa bodoh seluruh perbatasan ilmu pengetahuan
akan kehabisan kekuatan menahan segala kekacauan.
cukup kita sediakan hari-hari menyaksikan cinta bak kuda pacuan
berlari, terus berlari, terengah-engah, menikmati desah dan igauan.
2024
Ilustrasi: The Love Letter (Eugene de Blaas), dari WikiArt.org.
Baca juga:
– Puisi-Puisi Dian Hardiana – Cinta dalam Matematika
– Puisi-Puisi Surya Gemilang – Situasi-Situasi Batas
– Puisi-Puisi Royyan Julian – Di Ranjang Pascakolonial

menurut ku aku yang suka puisi sangat memberi apresiasi kepada yang buat karna puisi ini benar” bagus dan rangkaian kisah nya juga bagus dan rapih
menurut ku puisi ini sangat mangandung unsur sastra dan sangat bagus untk di baca ,puisi ini juga mangandung isi curahan hati seseorang menyatakan cinta nya kepada orang yg ia cintai di dunia ini
bagus
menurut ku puisi ini sangat mengandung unsur sastra dan sangat bagus utk di baca. Puisi ini juga mengandung isi curahan hati seseorang utk menyatakan cinta nya kepada orang yg ia cintai di dunia ini