Menu
Menu

Literasi Bergerak, Mari Berkawan

Kesempatan ini saya manfaatkan dengan baik. Bersama Jeril dan kawan-kawan dari beberapa komunitas di Ruteng. Ada Komunitas Sastra Hujan, Manik Art, Manggarai Arts, Scrub Ruteng, dan Buku Bagi NTT Regional Manggarai, kami menginisiasi sebuah gerakan yang kami namakan Lapak #LiterasiBergerak. Kegiatannya berupa menggelar baca dan pinjam buku gratis serta pameran karya seni seperti lukisan dan wood painting di Taman Kota Ruteng.

Kami mengundang siapa saja yang memiliki ketertarikan terhadap buku untuk datang membaca, meminjam buku, serta membagikan pengalaman membacanya. Kami akhirnya bertemu dengan kawan-kawan lain yang justru memiliki bakat luar biasa akan tetapi belum menemukan ruang untuk berekspresi. Kawan-kawan pustakawan, seniman, fotografer dan masih banyak lagi.

Kami melihat ini sebagai peluang untuk mengembangkan potensi yang telah ada di depan mata. Lingkaran ini menjadi lebih besar, juga sebagai pribadi saya pikir, membahagiakan banyak orang.

| Literasi Bergerak di Taman Kota Ruteng


Setelah lima kali menggelar Lapak Buku di Taman kota, oleh karena terbentur izin, kami akhirnya berpindah ke tempat baru. Sebuah garasi mobil milik Kaka Ited, seorang kakak yang rutin hadir dan mendokumentasikan kegiatan #LiterasiBergerak ketika masih digelar di Taman Kota Ruteng. Beliau ternyata memiliki kepedulian besar atas apa yang telah kami lakukan selama ini. Di garasi Kaka Ited, kami memulai lagi kegiatan yang sama, bertemu dengan lebih banyak lagi kawan-kawan dengan visi dan misi yang sejalan.

Hampir dua bulan menggelar buku di garasi mobil, kami akhirnya mendapatkan kesempatan luar biasa untuk mendiskusikan izin lokasi Taman Kota Ruteng dengan Bapak Wakil Bupati Manggarai pada 17 September 2019 yang lalu. Literasi Bergerak dizinkan untuk digelar kembali di Taman Kota Ruteng setiap hari Jumat dan Sabtu.

Pada kesempatan yang sama, kami menegaskan kembali jawaban dari pertanyaan Bapak Wakil Bupati tentang target dari agenda kegiatan Literasi Bergerak; kami bersama kawan-kawan dari sejumlah komunitas dan secara personal dari para seniman menyampaikan bahwa niat kami sungguh sederhana yaitu membangun ekosistem literasi di Kota Ruteng. Dalam hal ini, selain menyuguhkan buku-buku bacaan menarik, kita bisa saling berjejaring menjalin pertemanan sambil membuka peluang untuk saling mendukung, menyatukan ide dan sama-sama mewadahi kreativitas terkait pengembangan agenda kegiatan literasi.

Selain Lapak Buku, Jeril yang sehari-harinya bekerja sebagai wartawan di salah satu media online mengisi waktu dengan mengelola sebuah toko buku online. Pada bulan Agustus lalu, ketika Felix K. Nesi berkesempatan diundang oleh Klub Buku Petra ke Ruteng untuk membahas novel pertamanya Orang-Orang Oetimu, Felix kami ajak mengunjungi Rumah Baca Aksara. Topik yang dibahas tidak jauh-jauh dari literasi. Salah satunya, bagaimana mengelola toko buku online di daerah dengan ongkos kirim yang terbilang tinggi. Sebagai pengelola Toko Buku Fanu yang sudah berjalan hampir tiga tahun, Felix tentu sudah mengecap asam garam yang cukup untuk membagikannya dengan kawan-kawan di Ruteng.

Memulai toko buku online sejak tahun 2018 disebabkan banyaknya permintaan membeli buku dari Ruteng, Jeril menghadapi kendala serius terkait masalah pengiriman. Salah satu kendala peminat buku maupun penjual buku di Indonesia Timur yang hingga saat ini belum juga ada solusinya adalah tingginya ongkos kirim dari dan ke daerah di luar Indonesia Timur. Hal ini yang menjadi alasan mengapa banyak sekali kegiatan terkait literasi menjadi terhambat. Akses terhadap buku begitu sulit untuk dijangkau.

Ketika berbicara panjang lebar, Felix dan Jeril yang baru bertemu siang itu akhirnya tahu ternyata mereka telah sama-sama tergabung dalam Grup Penerbit dan Pedagang Buku Indonesia. Felix kemudian menganjurkan kepada Jeril untuk membangun kepercayaan melalui jalinan pertemanan dengan kawan-kawan penerbitan yang memang memiliki akses sekaligus kebijakan terhadap kehadiran buku-buku tersebut.

Selanjutnya: Selengka Cama Ce’e Rumah Baca Aksara

Bagikan artikel ini ke:

1 thought on “Rumah Baca Aksara; Kerja Kolektif Literasi Bergerak dan Tumbuh Bersama di Ruteng”

  1. Ino Sengkang says:

    Salam Literasi. Rumah baca Aksara Tetap Eksis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *