Kategori: PUISI
Berisi puisi-puisi pilihan redaktur bacapetra.co.
Puisi-Puisi Wawan Kurniawan – Menuju Lubang Neraka Paling Dekat
kota menanam kata tanya di kepala/ dan segala jawaban ikut tertimbun/ di bawah reklamasi, gedung menjulang/ di sejumlah tiang jalan
Puisi-Puisi Oliena Ibrahim – Hari-Hari adalah Perkabungan
Boleh kukatakan ia seolah seperti abu? Apakah juga ini yang ia maksud dari hari-hari adalah perkabungan? Oleh: Oliena Ibrahim |
Puisi-Puisi Sulaiman Djaya – Mereka yang Paling Bahagia Menceritakan Kesedihan
Siapa di antara mereka/ Yang paling bahagia/ Menceritakan kesedihan?/ “Itu pekerjaan yang sia-sia!” Oleh: Sulaiman Djaya | Lahir di Serang,
Puisi-Puisi Rae Fadillah – Aku Tak Apa, Kita kan Memang Nonsense
pintu sebentar lagi tertutup/ aku tak apa,/ kita kan memang nonsense—/ candaan linen terhapus oleh taifun. Oleh: Rae Fadillah |
Puisi-Puisi M. Allan Hanafi – Ayahnya Bukan Lagi Benang, Ibunya Bukan Lagi Jarum
di momen itulah/ ayahnya bukan lagi benang/ ibunya bukan lagi jarum Oleh: M. Allan Hanafi | Lahir di Ampenan, Lombok,
Puisi-Puisi Budi Hatees – Tali yang Mengikat Saudara
Di gelanggang, atau manortor untuk eratkan tali yang mengikat saudara dalihan na tolu. Di bonabulu, tak ada yang asah parang
Puisi-Puisi Widya Mareta – Rasa Lapar Telah Membangun Kelenteng
Satu yang aku tahu,/ jauh di dalam sana/ rasa lapar telah membangun kelenteng/ tanpa para dewa di dalamnya. Oleh: Widya
