Puisi Ovidius – Amores, 1.9
Amores, 1.9// Militat omnis amans et habet sua castra Cupido; Oleh: Mario F. Lawi | Menerjemahkan karya-karya sastra dari bahasa
Puisi-Puisi Galeh Pramudianto – Parseltongue
tatkala penyair berbicara dengan kata/ penyihir berderma dengan angannya/ keduanya memiliki ular yang sama/ jauh terlelap di dasar cakra manusia
Percakapan Penghuni Mauntef
Mauntef akan mengalirkan air kehidupan yang ditampung dari empat muara sungai. Oleh: Siti Hajar | Lahir tepat di puncak musim
Bincang Buku: Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman
“Anak Gembala yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman” dibahas di Klub Buku Petra pada bulan Februari 2020. Oleh: Maria Pankratia
Puisi-Puisi Servasius Hayon – Melihat Pahamu
Aku tak bisa berdusta tidak melihat pahamu… Oleh: Servasius Hayon | Lahir di Bontang, 27 Agustus 1996. Mulai menulis puisi
2/11
Setiap jengkal kota adalah kuburan yang terang. Patung-patung kudus dan terhormat menari bersama cahaya lilin. (Aura Asmaradana). Oleh: Aura Asmaradana
Hidup dan Perjuangan dalam Kumpulan Puisi “Monumen Luka”
Monumen Luka adalah semacam salah satu ikhtiar penyair untuk menggambarkan bahwa keberadaan manusia sesungguhnya adalah untuk berjuang. Oleh: Bonefasius Zanda
