Menu
Menu

Amores, 1.9// Militat omnis amans et habet sua castra Cupido;


Oleh: Mario F. Lawi |

Menerjemahkan karya-karya sastra dari bahasa Latin, Italia dan Inggris untuk Bacapetra.co. Buku-buku terjemahannya yang telah terbit adalah “Elegidia: Elegi-Elegi Pendek” karya Sulpicia, satu-satunya penyair perempuan era Latin Klasik (2019) dan “Puisi-Puisi Pilihan Catullus“, penyair Latin Klasik pelopor puisi-puisi cinta (2019). Dua terjemahan terbarunya yang telah terbit adalah “Dua Himne” karya Sedulius, penyair Latin Kristen, dan “Ecloga I” (diterjemahkan bersama Saddam HP) karya Vergilius, penulis epik Aeneis dan penyair Romawi terbesar dari era Latin Klasik.


Amores, 1.9

Militat omnis amans et habet sua castra Cupido;
  Attice, crede mihi, militat omnis amans.
Quae bello est habilis Veneri quoque convenit aetas:
  turpe senex miles, turpe senilis amor.
Quos petiere duces annos in milite forti,   5
  hos petit in socio bella puella viro:
pervigilant ambo, terra requiescit uterque;
  ille fores dominae servat, at ille ducis.
Militis officium longa est via: mitte puellam,
  strenuus exempto fine sequetur amans;   10
ibit in adversos montes duplicataque nimbo
  flumina, congestas exteret ille nives
nec freta pressurus tumidos causabitur Euros
  aptaque verrendis sidera quaeret aquis.
Quis nisi vel miles vel amans et frigora noctis   15
  et denso mixtas perferet imbre nives?
Mittitur infestos alter speculator in hostes,
  in rivale oculos alter, ut hoste, tenet.
Ille graves urbes, hic durae limen amicae
  obsidet; hic portas frangit, at ille fores.   20
Saepe soporatos invadere profuit hostes
  caedere et armata vulgus inerme manu;
sic fera Threicii ceciderunt agmina Rhesi
  et dominum capti deseruistis, equi:
nempe maritorum somnis utuntur amantes   25
  et sua sopitis hostibus arma movent.
Custodum transire manus vigilumque catervas
  militis et miseri semper amantis opus.
Mars dubius nec certa Venus: victique resurgunt
  quosque neges umquam posse iacere, cadunt.   30
Ergo desidiam quicumque vocabat amorem,
  desinat: ingenii est experientis amor.
Ardet in abducta Briseide maestus Achilles
  (dum licet, Argeas frangite, Troes, opes);
Hector ab Andromaches conplexibus ibat ad arma   35
  et galeam capiti quae daret, uxor erat.
Summa ducum, Attrides visa Priameide fertur
  maenadis effusis obstipuisse comis;
Mars quoque deprensus fabrilia vincula sensit:
  notior in caelo fabula nulla fuit.   40
Ipse ego segnis eram discinctaque in otia natus;
  mollierant animos lectus et umbra meos;
inpulit ignavum formosae cura puellae
  iussit et in castris aera merere suis.
Inde vides agilem nocturnaque bella gerentem:   45
  qui nolet fieri desidiosus, amet.

Amores, 1.9

Setiap pencinta adalah prajurit dan Cupido punya pasukan sendiri;
Atticus, percayalah padaku, setiap pencinta adalah prajurit.
Waktu yang sesuai untuk perang juga cocok untuk Venus:
Perang tak pantas bagi yang tua, cinta tak pantas bagi yang tua.
Para pemimpin membutuhkan waktu prajurit tangguh,   5
Sebagaimana gadis cantik butuh waktu lelaki terkasih:
Keduanya berjaga, salah satu beristirahat di tanah;
Yang satu jaga pintu puannya, yang lain pintu pemimpinnya.
Tugas prajurit adalah jalan panjang: usirlah sang gadis,
Pencinta gigih akan mengikutinya sampai titik terakhir;   10
Akan ia daki gunung-gunung, akan ia seberangi sungai-sungai
Yang dijeramkan awan, akan ia lenyapkan tumpukan salju
Dan tak akan ia mengeluh jika angin timur dahsyat menahannya
Tak akan ia harapkan bintang-bintang untuk menyeberangi laut.
Siapakah jika bukan prajurit atau pencinta yang akan   15
Bertahan di malam dingin bersalju dengan hujan lebat?
Yang satu dikirim kepada musuh berbahaya sebagai pengintai
Yang lain memandang saingan seperti memandang musuh.
Yang satu menduduki kota-kota mengganggu, yang lain rumah
Kekasih keras hati; yang satu dobrak gerbang, yang lain pintu.   20
Ia sering menyerbu musuh-musuh yang sedang tidur,
Dan memotong orang tak bersenjata dengan tangan bersenjata.
Demikianlah pasukan bengis Rhesius orang Thracia telah jatuh
Dan telah kalian tinggalkan pemilik, wahai kuda-kuda tangkapan:
Para pencinta pasti memanfaatkan tidur para suami   25
Dan menggerakkan senjata mereka ke musuh-musuh yang tidur.
Melewati kelompok serdadu dan pengawal yang berjaga
Selalu menjadi tugas prajurit dan pencinta yang malang.
Mars ragu-ragu, Venus pun tak yakin: para tertakluk bangkit lagi
Dan yang kauharap tak dapat takluk, suatu saat jatuh juga.   30
Maka siapa pun yang telah memanggil cinta tak lagi
Bermalas-malasan: cinta adalah milik usaha yang gigih.
Akhilleus yang sedih terbakar karena Briseis diculik
(Kekuatan Yunani, selagi boleh, hancurkanlah orang-orang Troia);
Menjauh dari pelukan Andromakhe, Hektor menyongsong perang   35
Dan yang memakaikannya topi perang adalah istrinya.
Ketika melihat putri Priamos berambut lebat pemuja Bacchus,
Pemimpin terhebat, para putra Atreus, menjadi tak berdaya.
Mars yang tertangkap pun merasakan perangkap si penempa:
Tak ada kisah yang lebih terkenal di langit.   40
Aku sendiri pun lamban dan dilahirkan jelas dalam kemalasan;
Ranjang dan kegelapan telah melemahkan semangatku;
Perhatian gadis cantik telah melenyapkan kelambananku,
Ia memerintahku dalam kemahnya dan mengupahku.
Sejak itulah, kau melihat perang malam dan pertempuran lincah:   45
Siapa yang tak mau menjadi malas, hendaklah ia mencintai.


Tentang Ovidius

Ovidius atau Publius Ovidius Naso lahir pada 20 Maret 43 SM dan meninggal pada 17 Masehi. Ovidius adalah penyair elegi terbesar dan terakhir dari Periode Emas Sastra Latin Klasik. Ia menulis epik Metamorphoses, karya-karya elegi seperti Tristia (Kesedihan), dan Amores (Cinta), serta karya-karya didaktik yang ditulis dalam metrum elegi seperti Ars Amatoria (Seni/Teknik Mencintai), Medicamina Faciei (Kosmetik), dan Remedia Amoris (Penawar Cinta).

Puisi di atas diterjemahkan oleh Mario F. Lawi berdasarkan teks Latin dalam buku Amori, edisi dwibahasa Latin-Italia Amores yang versi Italianya dikerjakan Ferruccio Bertini (Milano, Garzanti Libri, cetakan ke-5, 2008, Amores, buku 1, elegi 9, hlm. 36-44)


Sumber gambar: thoughtco.com.

Baca juga:
– 2/11 [Cerpen Aura Asmaradana]
– Uskup [Jangka]

Subscribe to our Newsletter

Get the latest posts delivered right to your inbox.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *