Menu
Menu

Teks-teks Latin puisi Catullus untuk terjemahan ini diperoleh dari buku I Canti.


Oleh: Mario F. Lawi |

Bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora. Buku puisi terbarunya berjudul “Keledai yang Mulia”. Buku puisinya berjudul “Ekaristi” dipilih oleh Majalah Tempo sebagai Buku Puisi Terbaik 2014.


XI

Furi et Aureli, comites Catulli,
Sive in extremos penetrabit Indos,
Litus ut longe resonante Eoa
Tunditur unda,
Sive in Hyrcanos Arabasve molles,   5
Seu Sacas sagittiferosve Parthos,
Sive quae septemgeminus colorat
Aequora Nilus,
Sive trans altas gradietur Alpes,
Caesaris visens monimenta magni,   10
Gallicum Rhenum, horribilesque ulti-
mosque Britannos,
Omnia haec, quaecumque feret voluntas
Caelitum, temptare simul parati,
Pauca nuntiate meae puellae   15
Non bona dicta.
Cum suis vivat valeatque moechis,
Quos simul complexa tenet trecentos,
nullum amans vere, sed identitem omnium
Ilia rumpens;   20
Nec meum respectet, ut ante, amorem,
Qui illius culpa cecidit velut prati
Ultimi flos, praetereunte postquam
Tactus aratro est.

11

Furius dan Aurelius, teman-teman Catullus,
Entah yang akan pergi ke India terjauh,
Tempat pantai dikalahkan gelombang Timur
Yang panjang dan bergema,
Atau ke Hirkania atau Arab yang permai,   5
Kepada orang-orang Kirgis atau para pemanah Parthia,
Atau ke dataran-dataran yang diwarnai sungai Nil
Bercabang tujuh,
Atau yang akan melintasi pegunungan tinggi Alpen,
Melihat monumen-monumen Caesar yang agung,   10
Sungai Rhein bagian Gallia, serta Britania yang
Jauh dan menakutkan.
Semua ini, bagaimana pun kehendak langit
Terjadi, uji sembari bersiap-siaplah,
Sampaikanlah sedikit kabar untuk kekasihku,   15
Bukan kabar baik.
Hidup dan bahagialah dengan para selingkuhannya,
Yang ia miliki tiga ratus sekaligus dalam pelukan,
Tak ada yang sungguh ia cintai, berulang kali semuanya
Ia hancurkan.   20
Janganlah menoleh kepada cintaku seperti sebelumnya,
Yang, karena kesalahannya, jatuh seperti bunga
Dari padang rumput terakhir, setelah disentuh
Bajak yang lewat.

 

LVIII

Caeli, Lesbia nostra, Lesbia illa,
Illa Lesbia, quam Catullus unam
Plus quam se atque suos amavit omnes,
Nunc in quadriviis et angiportis
Glubit magnanimos Remi nepotes.   5

58

Wahai, Caelius, Lesbiaku, Lesbia itu,
Itu Lesbia, yang Catullus cintai lebih
Dari dirinya dan semua miliknya,
Sekarang, di perempatan-perempatan dan lorong-lorong,
Menguliti keturunan berjiwa besar dari Remus.   5

 

LXX

Nulli si dicit mulier mea nubere malle
Quam mihi, non si se Iuppiter ipse petat.
Dicit: sed mulier cupido quod dicit amanti,
In vento et rapida scribere oportet aqua.

70

Tak ada yang ingin ia nikahi, kata perempuanku,
Selain aku, bahkan jika Jupiter sendiri menghendakinya.
Katanya: tetapi yang ia sampaikan kepada pencinta penuh gairahnya
Sebaiknya ditulis dalam angin dan air yang bergegas mengalir.

 

LXXII

Dicebas quondam solum te nosse Catullum,
Lesbia, nec prae me velle, tenere Iovem.
Dilexi tum te non tantum ut vulgus amicam,
Sed pater ut gnatos diligit et generos.
Nunc te cognovi; quare etsi impensius uror,   5
Multo mi tamen es vilior et levior.
Qui potis est? Inquis. Quod amantem iniuria talis
Cogit amare magis, sed bene velle minus.

72

Engkau pernah bilang mengenal Catullus seorang,
Lesbia, karena aku, tak kauinginkan Jupiter.
Kucintai engkau saat itu, tidak seperti cinta seorang sahabat,
Melainkan seperti ayah mencintai anak-anak dan keturunannya.
Sekarang aku mengenalmu; karena itu, meski aku kian terbakar,   5
Secara umum, bagiku, engkau makin biasa dan makin enteng.
Bagaimana mungkin? tanyamu. Karena luka hebat mendorong
Pencinta untuk makin banyak mencintai, makin sedikit menginginkan.

 

LXXV

Huc est mens deducta tua, mea Lesbia, culpa
Atque ita se officio perdidit ipsa suo,
Ut iam nec bene velle queat tibi, si optima fias,
Nec desistere amare, omnia si facias.

75

Sampai titik ini, pikiranku terganggu oleh salahmu, Lesbiaku,
Dan, karena itu, telah ia hancurkan dirinya sendiri karena kesetiaannya,
Sekarang, tak sanggup ia berharap baik bagimu, jika engkau jadi yang terbaik,
Atau berhenti mencintai, jika engkau melakukan semua.


Tentang Catullus

Catullus atau Gaius Valerius Catullus adalah penyair Romawi yang hidup sekitar tahun 84-54 Sebelum Masehi. Ia hidup pada salah satu periode paling penuh pergolakan dalam sejarah Romawi. Meski close reading atas puisi-puisi Catullus memunculkan sejumlah data biografis, sangat sedikit yang diketahui tentang dirinya. Catullus lahir di Verona, berasal dari keluarga yang memiliki hubungan baik dengan Julius Caesar, dan pergi ke Roma dalam usia yang sangat muda, dengan maksud awal untuk menikmati atmosfer kosmopolitan ibu kota.

Di Roma, Catullus memusatkan perhatiannya pada puisi dan menjadi anggota dari kelompok yang disebut Poetae Novi (Para Penyair Baru), sekelompok penyair yang pada umumnya membawa pengaruh Yunani ke dalam sastra Latin, dan secara khusus dasar-dasar puitika Alexandrian. Para poetae novi Latin tersebut dipengaruhi terutama oleh Kallimakhos, penyair Yunani Alexandria yang hidup sepanjang rentang waktu 310-240 SM. Catullus adalah penyair terpenting yang selamat dari antara poetae novi, dan banyak berpengaruh terhadap para penyair Latin di masa sesudahnya, terutama para penyair kanonik dalam sastra Latin seperti Ovidius, Vergilius dan Horatius.

Lesbia, tokoh paling terkenal dalam puisi-puisi Catullus, diyakini para sarjana modern sebagai pseudonim dari Clodia Pulchra, istri Quintus Caecilius Metellus Celer seorang aristokrat yang pada 62-61 SM mengabdi sebagai gubernur Gallia Cisalpina, wilayah yang ditaklukkan pada 220 SM dan menjadi bagian dari provinsi Romawi dari 81 SM hingga 42 SM.

Puisi-puisi Catullus diterjemahkan dari bahasa Latin oleh Mario F. Lawi. Teks-teks Latin puisi Catullus untuk terjemahan ini diperoleh dari buku I Canti, terjemahan Italia Enzo Madruzzato atas puisi-puisi Catullus yang dilengkapi teks-teks Latin di halaman-halaman genapnya.


Gambar dari Pexels

Bagikan artikel ini ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *