Bagian Terlewatkan dari Riwayat Guru Tawadu
Meski dekat dengan Guru Tawadu dan Marjili, sampai hari ini tak sekali pun aku menyinggung perihal Laila. Oleh: T. Agus
Di Swedia, Sastra Kelas Buruh Punya Arti Penting
Sepanjang 1940an-1950an, banyak penulis kelas buruh di Swedia berhasil menjangkau pembaca lebih luas lagi. Oleh: Jafar Suryomenggolo | Penulis buku
Puisi-Puisi Baitiyah – Mengenakan Pakaian Kecemasan
akhir-akhir ini/ ia mengenakan pakaian kecemasan/ tubuhnya tersangkut di gerakan kaki/ cincin yang diputar/ etikan jari/ napas yang pendek/ Oleh:
Kilau Emas dan Mekar Semu Sakura, Lebong-Bengkulu, Suatu Ketika
Setelah kilau emas yang kurasakan sebelumnya, kebahagiaan itu sirna seketika. Bengkulu telah ditinggalkan Pemerintah Hindia Belanda. Oleh: Eko Setyawan |
Puisi-Puisi Widya Mareta – Semua yang Menyembul dari Balik Tirai
Puisi-Puisi Widya Mareta – Semua yang Menyembul dari Balik Tirai Oleh: Widya Mareta | Penyair asal Tangerang, Banten. Buku puisi
Siapakah Keluarga dari Tubuh yang Kacau Itu?
Berpuluh-puluh sesenggukan dan bermuntah-muntah air mata di depan mayat yang mereka yakini bukan anggota keluarga mereka. Oleh: Radja Sinaga |
Kepergian Kedua dan Bibir-Bibir Manusia Lain
Kepergian kedua Irul ke Jerman berbeda dengan yang pertama. Yang berbeda adalah masa lalu yang ditinggalkan dari setiap perjalanan itu.
