Kategori: CERPEN
Berisi cerpen-cerpen pilihan redaktur bacapetra.co.
Teror Kematian di Rinjani
Di Puncak Rinjani, kami duduk-duduk bersandar pada sebongkah batu raksasa seukuran dua mobil jeep. Samudera awan bergulung-gulung di bawah kami.
Di Bukit, Kupu-Kupu Kuning Terbang
Kertas itu menjelma sayap kupu-kupu kuning. Ribuan sayap gugur perlahan di hadapan Ma. Ma senyum. Ma selalu senyum. Oleh: Sasti
Menjadi Tentara
Ia rindu asrama tentara tempat tinggal mereka sebelumnya. Ia kesal pada ibunya yang tidak menabung supaya kontrakan dapat dibayar tepat
Pulangnya Matahari yang Hilang
Meskipun dirinya bukan bangsawan, ia tetaplah matahari. Lihatlah griya Dinasti Dharmmawijaya. Meski disengat matahari siang, griya itu tetap segelap kuburan.
Ayah yang Buta
Laki-laki berambut putih itu duduk dan bergeser pelan ke dekat tangga. Ia hendak ke sumur yang terletak di samping rumah
Aku Telah Menciptakan Sebuah Mahakarya
Sambil mengirimkan foto lukisan barunya, ia mengabarkan pada kawannya: “Aku telah menciptakan sebuah mahakarya!” Oleh: Erwin Setia | Lahir pada
Telur
Belum ada awan yang mirip telur Litabebek, berwarna biru pastel supaya bisa digambar, supaya lima telur cantik yang semua cangkangnya
