Menu
Menu

Kategori: BINCANG BUKU

Notula Bincang Buku Klub Buku Petra, Ruteng.

perempuan yang menangis kepada bulan hitam nadya tanja bacapetra

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam: Kolam Air Mata yang Dangkal

Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam akan mudah disukai karena pembabakan yang singkat; menimbulkan pengalaman seperti membaca laporan/reportase. Oleh: Nadya

Bincang Buku - Gadis Pantai

Gadis Pantai: Sebuah Metafora untuk Manusia Indonesia

Momen pengusiran Gadis Pantai dari rumah gedung dan dipisahkan ia dari bayinya adalah momen krusial-dramatik lain dari roman ini. Oleh:

Bincang Buku Petra Segala yang Diisap Langit

Melihat Sejarah Masyarakat Minangkabau dalam Novel Segala yang Diisap Langit

Meskipun novel Segala yang Diisap Langit adalah karya fiksi, Pinto Anugrah berusaha menjelaskan sejarah nenek moyangnya dengan cara yang menarik.

Bincang Buku Petra - Dalam Pelukan Rahim Tanah

Dalam Pelukan Rahim Tanah, Isu Besar yang Seharusnya Dikemas Lebih Menarik

Dalam Pelukan Rahim Tanah berkisah tentang derita TKI di tanah rantau. Oleh: Afin Gagu | Pemandu Wisata dan anggota HPI

Saya dan Buku Yuan Jonta Kita adalah Tokoh dalam Cerita

Kita adalah Tokoh dalam Cerita

Saya menitipkan harapan lebih pada sebuah cerita yang tidak berada dalam kuasa saya, pada seorang tokoh yang mendapat banyak “spotlight”

Menemukan diri sendiri dalam kokokan mencari arumbawangi

Menemukan Diri Sendiri dalam Kokokan Mencari Arumbawangi

Hal menarik lain yang juga menjadi sorotan peserta adalah tentang novel Kokokan Mencari Arumbawangi sebagai dongeng. Oleh: Seltus Fridolin Karson

Kita Pergi Hari Ini Ziggy

Kita Pergi Hari Ini: Abadilah Anak-Anak dalam Diriku

Kita Pergi Hari Ini, bila memakai bentuk yang sudah banyak dikenal barangkali akan menjadi cerita yang biasa. Oleh: Retha Janu