Kategori: BINCANG BUKU
Notula Bincang Buku Klub Buku Petra, Ruteng.
Novel Lusifer! Lusifer!: Persoalan Nama, Cara Beriman, dan Gaya Penulisan
Persoalan Mawarsaron dalam Lusifer! Lusifer! karya Venerdi Handoyo adalah juga persoalan psikis. Oleh: Opin Sanjaya | Guru Bahasa Indonesia di
Makanan dalam Cerita Amalia Yunus
Selain isu berat badan, budaya patriarki juga ikut diangkat melalui tokoh laki-laki atau pacar tokoh utama dalam novel karya Amalia
Menekuni Karakter Pahlawan dalam Saga dari Samudera
Ketika membaca Saga dari Samudra, ia terhubung ke beberapa judul buku dan film. Salah satunya adalah Tutur Tinular. Oleh: Lolik
Grace Tioso Menulis Cerita sebagai Usaha Melawan
Grace Tioso juga menampilkan sisi lain etnis Tionghoa melalui tokoh Yuni dan Aming yang mudah dijumpai di mana-mana termasuk di
Menyemai Benih Rekonsiliasi di Bawah Kubah Pegaten
Gagasan besar di balik novel Kubah karya Ahmad Tohari ini adalah rekonsiliasi pasca peristiwa tragedi 1965. Oleh: Michael Nicola Prayoga
Kita Akhirnya Tiba di Malam Seribu Jahanam
Kompleksnya bangunan naratif sekaligus bangunan makna dari Malam Seribu Jahanam membuat Boy berpikir bahwa memang Intan adalah seorang pembelajar. Oleh:
Novel Takjub: Kami Lebih Banyak Mengenang Ketekunan Penulis
Kritik Tommy atas novel Takjub yakni minim bahkan tidak ditemukannya konflik dalam tubuh cerita. Oleh: Retha Janu | Ketua Teater
