Menu
Menu

Kategori: BINCANG BUKU

Notula Bincang Buku Klub Buku Petra, Ruteng.

Bincang Buku Petra - Lusifer Lusifer Venerdi Handoyo

Novel Lusifer! Lusifer!: Persoalan Nama, Cara Beriman, dan Gaya Penulisan

Persoalan Mawarsaron dalam Lusifer! Lusifer! karya Venerdi Handoyo adalah juga persoalan psikis. Oleh: Opin Sanjaya | Guru Bahasa Indonesia di

Bincang Buku - Bagaimana Cara Mengurangi Berat Badan Amalia Yunus Grace Katarina

Makanan dalam Cerita Amalia Yunus

Selain isu berat badan, budaya patriarki juga ikut diangkat melalui tokoh laki-laki atau pacar tokoh utama dalam novel karya Amalia

Bincang Buku - Saga dari Samudra Bincang Buku Petra

Menekuni Karakter Pahlawan dalam Saga dari Samudera

Ketika membaca Saga dari Samudra, ia terhubung ke beberapa judul buku dan film. Salah satunya adalah Tutur Tinular. Oleh: Lolik

Bincang Buku - Perkumpulan Anak Luar Nikah Grace Tioso

Grace Tioso Menulis Cerita sebagai Usaha Melawan

Grace Tioso juga menampilkan sisi lain etnis Tionghoa melalui tokoh Yuni dan Aming yang mudah dijumpai di mana-mana termasuk di

Saya dan Buku - Menyemai Benih Rekonsiliasi di Bawah Kubah Pegaten

Menyemai Benih Rekonsiliasi di Bawah Kubah Pegaten

Gagasan besar di balik novel Kubah karya Ahmad Tohari ini adalah rekonsiliasi pasca peristiwa tragedi 1965. Oleh: Michael Nicola Prayoga

Malam Seribu Jahanam Intan Paramaditha Bacapetra Gramedia

Kita Akhirnya Tiba di Malam Seribu Jahanam

Kompleksnya bangunan naratif sekaligus bangunan makna dari Malam Seribu Jahanam membuat Boy berpikir bahwa memang Intan adalah seorang pembelajar. Oleh:

Bincang Buku - Novel Takjub Feliks Edu Seminari Kisol

Novel Takjub: Kami Lebih Banyak Mengenang Ketekunan Penulis

Kritik Tommy atas novel Takjub yakni minim bahkan tidak ditemukannya konflik dalam tubuh cerita. Oleh: Retha Janu | Ketua Teater