Tag: Armin Bell
Armin Bell. Kumpulan cerpennya: Keluarga Oriente (2024), Perjalanan Mencari Ayam (2018), Telinga (2011). Menulis di beberapa media daring dan mengelola blog Ranalino.co. Cerpennya yang berjudul Monolog di Penjara menjadi Cerpen Terbaik pada Anugerah Sastra Litera 2018. Bergiat di Klub Buku Petra dan Komunitas Saeh Go Lino. Saat ini menjabat sebagai Direktur Flores Writers Festival dan Ketua Yayasan Klub Buku Petra.
Cerita-Cerita Bisa Pindah Jalur Tanpa Lampu Sein
Jam malam telah lewat. Pindah ke dinihari. Dingin. Lampu kamar mati, tetapi isi kepalamu hidup sehidup-hidupnya: seseorang pergi dari cerita
Membunuh Katak
“Biarkanku ke sawah dan membunuh katak tanpa kaki kiri itu, Tina. Seharusnya sejak awal kulakukan itu,” pintaku. Oleh: Armin Bell
Kupu-Kupu yang Kau Lihat di Ujung Jalan
Paul bilang, yang dia cari dari kegiatannya berkelana adalah perjalanan itu sendiri. Bukan tempat, bukan manusia. Tetapi perjalanan. Oleh: Armin
Jalan Bersama
Salah satu alasan memilih lima lembar kertas pada logo Klub Buku Petra adalah percakapan malam itu di LG Corner Ruteng.
Mendengar dengan Jujur, Menulis dengan Hormat
Kalau yang sesungguhnya hendak dijual adalah kecantikan lanskap Labuan Bajo, adilkah menulis dengan keliru budaya perkawinan di Manggarai untuk sebuah
Lima Lembar Kertas
Kenapa ada lima lembar kertas di logo Klub Buku Petra? Saya dan Daeng Irman membicarakannya empat tahun lalu. Saya ceritakan
Belajar Membaca
Kami belajar membaca. Belajar memilih bacaan, cara membaca, cara mempercakapkannya, dan belajar bahwa membaca sama pentingnya dengan menulis. Oleh: Armin

