Menu
Menu

Salvatore Quasimodo, yang puisi-puisinya diterjemahkan Mario F. Lawi ini, adalah penyair Italia serba bisa, pelopor gerakan hermetisme, dan penerjemah.


Oleh: Mario F. Lawi  |

Menerjemahkan karya-karya sastra dari bahasa Latin, Italia dan Inggris untuk Bacapetra.co. Buku-buku terjemahannya yang telah terbit adalah “Elegidia: Elegi-Elegi Pendek” karya Sulpicia, satu-satunya penyair perempuan era Latin Klasik (2019) dan “Puisi-Puisi Pilihan Catullus“, penyair Latin Klasik pelopor puisi-puisi cinta (2019). Dua terjemahan terbarunya yang akan terbit adalah “Dua Himne” karya Sedulius, penyair Latin Kristen, dan “Ecloga I” (diterjemahkan bersama Saddam HP) karya Vergilius, penulis epik Aeneis dan penyair Romawi terbesar dari era Latin Klasik.


Laude

29 April 1945

Putra
—Dan mengapa, Ibu, kauludahi jasad
dengan kepala terbalik, kaki diikat
di tiang? Dan tidakkah kau jijik pada orang-orang lain
yang bergantung di sampingnya? Ah, perempuan itu,
stoking Cancan yang mengerikan
dan tenggorokan dan mulut bunga-bunga yang terinjak!
Tidak, Ibu, berhentilah: berserulah kepada orang-orang
untuk pergi. Itu bukan ratapan, itu seringai,
itu sukacita: langau telah menyerang
simpul-simpul pembuluh darah. Telah kautembakkan
ke wajah itu, sekarang: Ibu, Ibu, Ibu!

Ibu
—Selalu kami ludahi jasad-jasad,
Nak: tergantung di kisi-kisi jendela,
di tiang kapal, dibakar
demi salib, dicabik-cabik anjing-anjing
demi sedikit rumput di batas wilayah kuasa.
Dan jadilah sunyi atau riuh,
mata ganti mata, gigi ganti gigi,
setelah dua ribu tahun ekaristi,
hati kami ingin membuka
hati lain yang telah membuka hatimu,
Nak. Mereka telah lubangi matamu, remukkan
tanganmu, demi sebuah nama untuk dikhianati.
Tunjukkan aku matamu, sini kasih aku tanganmu:
kau wafat, Nak! Karena wafat,
kau dapat mengampuni: Nak, Nak, Nak!

Putra
—Gerah menjijikkan ini, asap
puing ini, lalat-lalat gemuk hijau
berkumpul di kait: murka dan darah
mengalir sepantasnya. Bukan untukmu
dan bukan untukku, Ibu: mata dan tanganku, lagi,
besok akan mereka tusuk. Selama berabad-abad
rahmat adalah raungan si terbunuh.

.

Amin untuk Hari Minggu di Albis

Engkau tak pernah mengkhianatiku, Tuhan:
dari setiap nestapa
akulah yang pertama lahir.

.

Obo Tenggelam

Derita kejam, tunda pemberianmu
di waktuku ini
pengabaian-pengabaian yang rindu.

Obo dingin mengeja kembali
sukacita daun-daun abadi,
bukan milikku, dan kehilangan ingatan;

dalamku malam jatuh:
air lenyap
di tangan berumputku.

Sayap-sayap berayun, di langit muram,
sekejap: hati berpindah
dan aku tak tergarap,

dan hari-hari, puing.

.

Sang Malaikat

Sang malaikat tidur
di mawar-mawar udara, putih,
di tepi,
di ciuman pangkuan
tangan-tangan indah di salib.

Suaraku membangunkannya
dan padaku ia tersenyum,
bertebaran serbuk sari pipi yang telah ia sodorkan.

Ia bernyanyi; tersentuhlah hatiku,
langit subuh yang muram.
Sang malaikat milikku;
aku memilikinya: dingin.

.

Benih

Pohon-pohon bayang-bayang,
pulau-pulau karam di akuarium-akuarium besar,
malam lemah,
di bumi yang lahir:

Suara daun-daun
dari awan yang terbuka
di hatiku;
Tiada hal yang mati,
yang tak hidup di dalamku.

Kau melihatku: aku tercipta begitu ringan,
demikianlah dalam segala hal
yang kujalani bersama langit;

bahwa ketika Kau berkenan
Kau melemparku dalam benih
telah lelah karena berat yang rebah.

.

Tentang Lazarus yang Lain

Dari musim-musim dingin terjauh, gong
belerang menggemakan gemuruh di lembah-lembah
berasap. Dan seperti saat itu suara
hutan dimodulasi: “Ante lucem
a somno raptus, ex herba inter homines,
surges.” Dan batumu digulingkan
di mana ragu citra dunia

Keterangan:
(Terjemahan kalimat Latin)
“Di hadapan cahaya
dari kematian yang merenggut, dari balik lumuran rempah, di antara manusia,
engkau akan bangkit


Tentang Salvatore Quasimodo

Ia adalah penyair Italia serba bisa, pelopor gerakan hermetisme, dan penerjemah. Ia meraih Nobel Sastra 1959. Hermetisme (ermetismo) adalah pernyataan sikap sekelompok penyair Italia abad kedua puluh, antara lain Salvatore Quasimodo, Mario Luzi dan Alfonso Gatto, yang mengambil gerakan dekadentisme Prancis yang digerakkan Mallarmé, Rimbaud, Verlaine dan Paul Valéry sebagai modelnya. Hermetisme diambil dari nama Hermes ho Trismegistos (dalam bahasa Latin dikenal sebagai Mercurius ter Maximus, dalam bahasa Italia Ermete Trismegisto), tokoh legenda dari zaman pra-klasik yang dianggap sebagai penulis Corpus Hermeticum. Terjemahan Italia puisi-puisi Sappho adalah karya terjemahannya yang paling terkenal. Puisi-puisi di atas diterjemahkan Mario F. Lawi dari bahasa Italia, sebagian besar berasal dari buku Òboe sommerso (terbit pertama kali 1932), buku kedua yang memuat puisi-puisi hermetiknya.


Ilustrasi: Photo by Sebastian Voortman from Pexels

Baca juga ESAI TERJEMAHAN dan CERPEN TERJEMAHAN. Sebuah fragmen karya Željko Stanjević yang diterjemahkan Mario F. Lawi dapat dibaca di tautan ini.

Bagikan artikel ini ke:

1 thought on “Puisi-Puisi Salvatore Quasimodo – Laude”

  1. Keren puisi-puisinya. Paling suka yang ini
    Obo Tenggelam

    Derita kejam, tunda pemberianmu
    di waktuku ini
    pengabaian-pengabaian yang rindu.

    Obo dingin mengeja kembali
    sukacita daun-daun abadi,
    bukan milikku, dan kehilangan ingatan;

    dalamku malam jatuh:
    air lenyap
    di tangan berumputku.

    Sayap-sayap berayun, di langit muram,
    sekejap: hati berpindah
    dan aku tak tergarap,

    dan hari-hari, puing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *