Menu
Menu

Željko Stanjević (1962-2009) adalah penulis Montenegro. Fragmen-fragmen berikut diterjemahkan dari buku Dalla montagna nera. Scrittori e poeti montenegrini contemporanei.


Oleh: Mario F. Lawi |

Buku-buku puisinya adalah Memoria (2013), Ekaristi (2014), Lelaki Bukan Malaikat (2015), Mendengarkan Coldplay (2016) dan Keledai yang Mulia (2019). Bergiat di Komunitas Sastra Dusun Flobamora.


Ia percaya, secara berlebihan, kepadanya,
Tetapi tanpa cinta, tanpa iman, sedangkan
Ketidakpercayaan terakhir terhadapnya,
Penuh dengan cinta dan iman, adalah juga berlebihan; untuk itu
Dia dan dia, terlepas, menjadi Ekstremitas absolut,
Seni, Kekasih, sedangkan ketika bersama mereka bukan apa-apa
Selain Setengah yang definitif, tanpa tambahan, eskapisme yang malu-malu dan brengsek.
Karena itulah, mereka tak dapat saling menyetujui dalam cara apa pun.

(Tom Waits tentang Sid Vicious dan Tuhan)

1. Ruang Besar

Betapa ia tahu cara menjalankan mobil van itu! Dan ia juga berhasil membawa kami ke tujuan! Pelat logamnya mungkin berkarat, kursi bau tengik dengan bunyi serangga yang bisa didengar, lima atau enam kap yang dapat dibuka di bagian atas, kemudi berbentuk angka delapan, suara mesin kaleng rombeng yang dapat dibayangkan seperti suara kencang kembang api, pengemudi kurus tanpa wajah tanpa lengan; hasilnya, setelah dipikirkan baik-baik, mobil van itu tak punya apa pun untuk diingat kembali, bahkan roda, sama sekali tidak ada, sopir-larva juga tak ada, jadi, bahkan hari ini, setelah bertahun-tahun, bisa kupahami bagaimana ia memindahkan hal itu, dan bagaimana ia berhasil membawa hal lain ke tujuannya! Satu-satunya penjelasan masuk akal yang kutemukan adalah bahwa kami, juga tak ada, tak memiliki tujuan, dan karena itu, mudah untuk memindahkan kami dari satu ruang ke ruang lain. Atau semuanya telah berubah, agaknya, di Semesta yang menyerupai kami.[1]

[1] Miško bekerja di tempat itu selama lebih dari tujuh belas tahun. Kemudian ia pulang ke rumah untuk mengabarkan berita ini kepada istrinya.

2. Mimpi Besar

Mimpi itu begitu besar sehingga dicurahkan ke dalam kenyataan. Sekarang, tidak peduli apa yang kuimpikan, mungkin semacam sihir kuno, tetapi sebagian dari mimpi besar itu bertahan – menguasai sebagian rumahku! Sebelum bangun, aku terus-menerus tidur selama tiga ribu hari, dan jika ada hal yang memiliki ruang dan waktu dan kehidupannya sendiri, hal itu adalah mimpi! Namun, tidak, pria itu akhirnya akrab denganku dan – puf! – kami jadi teman sekamar! Sejujurnya, itu tidak terlalu buruk; jika ia tak membantuku dengan pekerjaan rumah, aku tak akan memperhatikannya; tetapi ia sangat membantuku: ia menyiapkan makanan, melukis dan memperbaiki barang-barang, tertidur (bakat bawaan!), tetapi tibalah saatnya untuk menikahiku, dan karena di rumah tak ada kamar yang cukup untuk bertiga, terutama jika yang ketiga itu adalah mimpi, kubuka jendela, kukatakan: kita sudah selesai! Aku harus pergi, dan ia menyelinap pergi, sekali untuk seterusnya, dan kuteruskan tidur nyenyakku, tetapi tidak lagi bermimpi. [2]

[2] Miško tak ingat untuk menyalakan rokoknya begitu ia bangun, dan pagi itu ia melakukannya.

3. Gratis

Aku tidur di hotel selama bertahun-tahun, tanpa membayar. Termasuk tiga kali makan sehari. Aku tak tahu mengapa ini mungkin, tetapi ini terjadi. Tak ada yang meminta apa pun padaku, tak ada yang menuntut apa pun dariku, dan tentu saja laku terpuji itulah yang membuat orang-orang berpikir bahwa para karyawan, akan marah jika tak kuterima keramahan mereka. Namun, bagaimana ini semua bermula? Suatu ketika, sudah lama sekali, tak memiliki tempat tinggal, aku pergi ke hotel pertama yang kujumpai, dan membuka paksa pintu sebuah kamar. Pagi harinya, puas dengan hasil yang kulakukan, kuputuskan mencoba keberuntunganku mendapatkan sarapan. Aku duduk di atas meja, memberi tahu nomor kamarku, dan memperoleh sarapan yang akan tetap ada dalam pikiranku. Kulakukan hal yang sama saat makan siang dan makan malam. Tak ada yang berkata apa pun padaku, kecuali memberiku salam yang sopan dan enggan. Kuperpanjang hari keberuntunganku ini hingga malam. (Dan di atas bantal ada satu kotak kecil cantik dan rokok aromatik). Demikianlah, semuanya dimulai seperti ini. Dan berlangsung beberapa tahun. Berlangsung begitu lama sehingga kepuasan atas hal-hal gratis telah berubah menjadi sebuah agonia yang menyakitkan. Kumiliki segalanya, kecuali kebebasan untuk tak memiliki apa pun, pada akhirnya. Kusadari bahwa sangat sulit untuk dikelilingi orang-orang baik yang tak menuntut apa pun darimu. Tidak mungkin keluar dari situ. Segala hal menjadi tak terjelaskan, bahkan kehidupan fisiologis. Masuk akalkah hidup dengan cara tak terjelaskan? Aku bertanya kepada Anda. Tidak masuk akal, tentu saja, kecuali bahwa manusia tidak sendirian, jahat dan lapar. Untuk alasan ini, mungkin, aku akan bunuh diri. [3]

[3] setelah cukup mabuk, Miško meninggalkan kedai, pulang rumah. Ia bertemu Tuan R. di jalan. Hari berikutnya kepalanya sakit sekali.


Tentang Željko Stanjević

Željko Stanjević (1962-2009) adalah penulis Montenegro, karyanya antara lain, Eropa, Buku Pertama. Fragmen-fragmen di atas diterjemahkan dari buku Dalla montagna nera. Scrittori e poeti montenegrini contemporanei (Dari Gunung Hitam: Prosais dan Penyair Montenegro Kiwari, editor: Pavle Goranović; penerjemah ke bahasa Italia: Nada Janković dan Sinan Gudžević), Salento Books, 2016: 91-93.


Ilustrasi: Photo by Yigithan Bal from Pexels.

Bagikan artikel ini ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *