Puisi-Puisi Federico García Lorca
24 Oktober 2021| | 0 CommentLorca Ketika bulan terbit/ dengan ratusan wajah serupa,/ koin-koin perak/ terisak dalam pundi-pundi.
Oleh: Pramodana |
Mahasiswa Fakultas Filsafat UGM. Ia menulis serta menerjemahkan puisi dan esai. Bisa dihubungi melalui akun twitter @senorwenceslao dan akun instagram @danapramo.
Ratapan Pohon Jeruk Meranggas
Buat Carmen Morales
Belandong,
tebanglah bayanganku.
Bebaskan aku dari siksa
tak menghasilkan buah.
Mengapa aku terlahir di antara cermin-cermin?
Hari menari mengitariku
dan malam menyalinku
ke dalam bintang-bintangnya
Aku ingin hidup tanpa melihat diriku sendiri
Dan akan kuimpikan
semut-semut dan papus-papus
jadi daun-daun dan burung-burungku.
Belandong,
tebanglah bayanganku.
Bebaskan aku dari siksa
tak menghasilkan buah.
.
Perpisahan
Bila aku mati
biarkan balkon terbuka!
Anak lelaki memakan jeruk.
(Dari balkonku aku melihatnya.)
Mesin panen memotong gandum.
(Dari balkonku aku mendengarnya.)
Bila aku mati
biarkan balkon terbuka!
.
Narcissus
Bocah!
Kau akan jatuh ke sungai!
Ada sekuntum mawar di kedalamannya
dan dalam mawar itu ada sungai lain.
Lihat burung itu! Tatap lekat
burung kuning itu!
Mataku telah lenyap
ke dalam air.
Wahai!
Ia tergelincir! Bocah cilik!
… dan diriku sendiri di dalam mawar.
Saat ia terjatuh ke dalam air,
aku telah mengerti. Tapi urung kujelaskan.
.
Betul!
Betapa berat
mencintaimu sebagaimana aku mencintaimu!
Demi cintamu, udara menyakitiku,
hati,
dan topi.
Siapa akan membelikanku
pita rambut yang kuinginkan ini,
dan kesedihan seutas benang putih
ini, untuk mengubahnya jadi sapu tangan?
Betapa berat
mencintaimu sebagaimana aku mencintaimu!
.
Bulan Terbit
Ketika bulan terbit
lonceng menghilang
dan jalur-jalur buntu
bermunculan.
Ketika bulan terbit
laut menyelimuti daratan
dan hati terasa seperti
pulau tak terbatas.
Tak seorang pun memakan jeruk
di bawah purnama.
Yang boleh hanyalah
buah hijau beku.
Ketika bulan terbit
dengan ratusan wajah serupa,
koin-koin perak
terisak dalam pundi-pundi.
***
Tentang Federico García Lorca |
Federico García Lorca adalah penyair Spanyol terkenal (1898-1936). Ia lahir pada 1898 di Fuentevaqueros, provinsi Granada. Ia belajar di Granada, dan mulai menerbitkan puisi-puisinya dalam usia yang sangat muda. Ia ditangkap dan dibunuh di Viznar, Granada, pada 19 Agustus 1936, pada awal Perang Sipil. Terjemahan Indonesia puisi-puisinya di atas dikerjakan berdasarkan versi Inggris Martin Sorrell atas puisi-puisi dalam bagian “Canciones” (“Song”) dari buku Federico García Lorca: Selected Poems (Oxford: 2009).
Ilustrasi: Riverbank in Moonlight (dari wikiart.org)
Baca juga:
– Dunia adalah Articok – Esai Italo Calvino
– Cerpen Gabriel García Márquez
