Menu
Menu
ilustrasi puisi melihat pahamu

Puisi-Puisi Servasius Hayon – Melihat Pahamu

Aku tak bisa berdusta tidak melihat pahamu… Oleh: Servasius Hayon | Lahir di Bontang, 27 Agustus 1996. Mulai menulis puisi

Ilustrasi Oliva Nagung - Cerpen 2-11 Aura Asmaradana

2/11

Setiap jengkal kota adalah kuburan yang terang. Patung-patung kudus dan terhormat menari bersama cahaya lilin. (Aura Asmaradana). Oleh: Aura Asmaradana

hidup dan perjuangan dalam kumpulan puisi monumen luka

Hidup dan Perjuangan dalam Kumpulan Puisi “Monumen Luka”

Monumen Luka adalah semacam salah satu ikhtiar penyair untuk menggambarkan bahwa keberadaan manusia sesungguhnya adalah untuk berjuang. Oleh: Bonefasius Zanda

uskup

Uskup

Uskup Ruteng yang baru, Mgr. Siprianus Hormat, tiba di Ruteng hari ini, Sabtu, 29 Februari 2020. Oleh: Armin Bell |

berbicara itu ada seninya upahnya

“Berbicara” Itu Ada (Seninya) Upahnya

Berbicara tidak hanya harus ada seninya, tetapi juga harus ada upahnya! Oleh: Safar Nurhan | Lahir di pulau kecil bernama

empat kisah tentang burung-burung

Antoninos Liberalis – Empat Kisah tentang Asal Mula Burung-Burung

Kisah-kisah metamorfosis tentang asal mula burung-burung berikut ini ditulis Antoninos Liberalis dalam bahasa Yunani Koine. Oleh: Mario F. Lawi |

catullus kelembutan dan kompleksitasnya

Catullus: Kelembutan dan Kompleksitasnya

Catullus menempatkan dirinya di pinggiran wacana populer yang menekankan bahwa lelaki itu harus kuat dan perkasa. Oleh: Hans Hayon |