Boko dan Wakyat: Cerpen yang Menyindir, Tapi yang Disindir Tidak Membaca dan Tidak Tahu Diri
Boko dan Wakyat adalah dua cerpen Putu Wijaya yang dibahas dalam Bincang Karya Klub Buku Petra. Oleh: Saverinus Suhardin |
Cara Berbahagia Tanpa Kepala dan Gerbang yang Masih Tertutup
Pada novel “Cara Berbahagia Tanpa Kepala”, kita dapat menemukan epiteksnya pada sampul belakang buku. Oleh: Maria Pankratia | Notulis. Sejak
Dikenang karena (Pernah) Menulis
Menulis juga berarti berani bersikap kritis menanggapi ketidakadilan sosial yang terjadi. Oleh: Marianus Mantovanny Tapung | Dosen di Unika St.
Nampan dari Surga – Cerpen Yusuf Idris
Nampan dari Surga merupakan terjemahan dari cerpen Yusuf Idris yang berjudul طبلية من السماء. Oleh: Herpin Nopiandi Khurosan | Lulus
Puisi-Puisi Ilham Wahyudi – Bahwa Ia
Bahwa ia pembunuh bulan, rupa-rupanya. Oleh: Ilham Wahyudi | Lahir di Medan, Sumatra Utara, 22 November 1983. Pernah bergabung dengan
Membaca Musashi
Membaca Musashi, saya sedikit menyayangkan pengembangan tokoh sampingannya yang terlalu banyak dan panjang. Oleh: Jericho Saban | Lahir di Ende,
Lubang Gelap
Berhentilah menatap lubang itu! Dari awal aku merasa ada masalah dengan konstruksi bangunan di perumahan ini. Oleh: Sabrina Lasama |
