Laboratorium Sastra Klub Buku Petra: Kelas Menulis sampai Panggung Gembira
30 November 2025| | 7 CommentsDi Laboratorium Sastra Klub Buku Petra, berbagai kegiatan dilaksanakan. Ada Kelas Menulis, Diskusi Publik, Reading Clinic, hingga Panggung Gembira.
Oleh: Tim Publikasi |
Rilis Media Tim Kerja Laboratorium Sastra Klub Buku Petra, Ruteng.
Dalam upaya menjaring, mengembangkan dan mempromosikan talenta seni budaya di bidang literasi dan sastra di Nusa Tenggara Timur, Yayasan Klub Buku Petra, didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya, menggelar Laboratorium Sastra Klub Buku Petra yang dilaksanakan di Ruteng, 27-29 November 2025.
Laboratorium Sastra Klub Buku Petra menggarap tema trans~ yang berarti “melintas, menembus, melalui”. Fokus tema ini bukan pada apa yang ditulis tentang Flores melainkan bagaimana pengalaman perpindahan, translasi, dan negosiasi identitas dapat diubah menjadi metode menulis.
Kolaborasi Laboratorium Sastra Klub Buku Petra dengan MTN Seni Budaya hadir dalam MTN Lab Kelas Menulis Cerpen, Puisi, dan Esai. Ketiga kelas MTN Lab tersebut berlangsung selama tiga hari dalam lima kelas. A.S Laksana hadir sebagai mentor kelas cerpen, Royyan Julian di kelas puisi, dan Dhianita Kusuma Pertiwi di kelas esai.
Peserta MTN Lab Kelas Menulis Cerpen, Puisi, dan Esai merupakan penulis yang datang dari sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. Proses ini dibayangkan akan menciptakan sekaligus mengantar penulis-penulis Nusa Tenggara Timur ke panggung yang lebih besar.
MTN Lab adalah salah satu inisiatif MTN Seni Budaya yang dirancang sebagai ruang penciptaan dan pengembangan karya melalui residensi, inkubasi, lokakarya, dan masterclass yang mendukung proses kreatif talenta seni budaya secara menyeluruh.
Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya sendiri merupakan program prioritas nasional yang bertujuan untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan, serta menghubungkan talenta dengan akses pasar, baik nasional maupun internasional.
Pengantar Kuratorial, Diskusi Publik, Reading Clinic, dan Peluncuran Buku
Laboratorium Sastra Klub Buku Petra dilaksanakan selama tiga hari, mulai Kamis, 27 November 2025 sampai Sabtu, 29 November 2025, diawali dengan sesi pembukaan oleh Pendiri Yayasan Klub Buku Petra dr. Marianus Ronald Susilo serta pengantar kuratorial oleh dua kurator yakni AN Wibisana dan Marcelus Ungkang. Armin Bell selaku Direktur Yayasan Klub Buku Petra juga hadir pada sesi ini.
Selain itu, laboratorium ini juga menggelar sejumlah program publik yang didukung oleh Dana Indonesiana kategori Program Dana Institusional untuk pengembangan Program Publik Klub Buku Petra. Pada hari pertama digelar diskusi publik dengan tema “Kerja Trans~: Merawat Ekosistem melalui Tata Kelola dan Manajemen Festival”. Diskusi ini menghadirkan Gustra Adnyana (Direktur Program untuk Indonesia, Ubud Writers and Readers Festival), Windy Ariestanty (Editor, Penerjemah, dan Inisiator patjarmerah), Aan Mansyur (Penulis dan Direktur Makassar International Writers Festival), dan Aden Firman (Inisiator Pesta Kampung oleh Videoge Labuan Bajo). Sementara itu, pada malam hari, Gonza Thundang membagi proses kreatifnya terkait kerja visual untuk Laboratorium Sastra Klub Buku Petra tahun 2025 ini.
Pada hari kedua dilaksanakan diskusi publik “Reading Clinic: Dari Ruang Terapi ke Ruang Solidaritas,” dengan pembicara AS Laksana, Windy Ariestanty, AN Wibisana, dan dr. Ronald Susilo. Di hari yang sama, juga digelar diskusi publik “Transmutasi: Dari Riset ke Karya” yang diisi oleh Dhianita Kusuma Pertiwi, Royyan Julian, dan Marcelus Ungkang. Malam harinya seluruh peserta diajak mengikuti Kelas Malam, membincangkan peran festival dan pasar buku bagi keberlangsungan karya-karya para penulis. Gustra Adnyana dan Windy Ariestanty mengampu sesi ini.
Laboratorium Sastra Klub Buku Petra juga berkesempatan menggelar peluncuran sekaligus bincang buku Bolpuna Mania: Cerita-Cerita dari Nusa Tenggara Timur yang diterbitkan Penerbit baNANA (2025). Buku ini berisi kumpulan cerita yang ditulis sejumlah penulis NTT: Amanche Frank Oe Ninu, Ansel Langowuyo, Armin Bell, Carlin Karmadina, dan Diana Timoria. Pada peluncuran buku yang digelar tanggal 29 November 2025, tiga penulis buku ini yakni Armin Bell, Carlin Karmadina, dan Romo Amanche. Mereka membagikan cerita terkait proses di balik penulisan cerita-cerita di dalamnya bersama Windy Ariestanty yang mewakili penerbit. Sesi ini secara khusus dipandu oleh Dicky Senda (Penulis yang juga adalah Pendiri Lakoat.Kujawas Mollo).
Hari terakhir Laboratorium Sastra Klub Buku Petra ditutup dengan Panggung Gembira yang diisi dengan pembacaan karya dari sejumlah penulis dan penampilan dari Bunyi Waktu Luang, duo musik dari Labuan Bajo (Aden Firman dan Redra Ramadhan).
Rangkaian Laboratorium Sastra Klub Buku Petra ini didukung juga oleh jejaring komunitas, seperti Teater Saja (Ruteng), Saeh Go Lino (Ruteng), Videoge (Labuan Bajo), Dusun Flobamora (Kupang), dan patjarmerah (Jakarta). Kegiatan-kegiatannya berlangsung di dua tempat yakni Perpustakaan Klub Buku Petra dan Studio Teater Saja.
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, mengutip Armin Bell: kerja-kerja seperti ini seharusnya menjadi kerja bersama, kerja keroyokan, sehingga kita tidak merasa sendirian dan terus saling menopang untuk menciptakan talenta-talenta baru dalam dunia sastra maupun kesenian yang lain. [*]
Baca juga:
– Badan Bahasa Salurkan Banper Bidang Kebahasaan dan Kesastraan
– Rumah, Tak Selalu Bikin Betah

Sudah bagus. Perlu direvisi bagian penulisan nama diberi huruf kapital bagian awal.
cerita sangat indahh, padat dan menurut aku buat di baca okee banget sih, ruang luas bagi penulis untuk bereksperimen dan menggali pengalaman personal. semoga banyak yng suka dan lebih banyak lagi cerita sepertiin dari ntt dan banyak di kenal lebih luas
Senang lihat penulis-penulis NTT diberi ruang berkembang dan bersiap untuk tampil di panggung yang lebih besar semoga langkah ini menjadi pintu bagi lebih banyak karya dari NTT untuk dikenal lebih luas.
Program yang sangat inspiratif tema trans memberi ruang luas bagi penulis untuk bereksperimen dan menggali pengalaman personal. Semoga langkah ini menjadi pintu bagi lebih banyak karya dari NTT untuk dikenal lebih luas.
cerita sangat indahh, padat dan menurut aku buat di baca okee banget sih, ruang luas bagi penulis untuk bereksperimen dan menggali pengalaman personal. semoga banyak yng suka dan lebih banyak lagi cerita sepertiin dari ntt dan banyak di kenal lebih luas
Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca
rangkaian acara yang disajikan sangat padat dan memiliki kedalaman intelektual yang signifikan