Kategori: BINCANG BUKU
Notula Bincang Buku Klub Buku Petra, Ruteng.
Dekat dan Nyaring: Selalu Ada Jalan Lain, Tak Semuanya Ada di Dalam Buku
Dekat dan Nyaring mengajarkan tentang bagaimana memutus rantai kebencian. Oleh: Hermina Patrisia Nujin | Tinggal di Ruteng dan bekerja di
Usaha Membunuh Sepi di Masa Pandemi
Selain mengatasi kebosanan, Usaha Membunuh Sepi karya Felix K. Nesi juga adalah senjata. Oleh: Arsy Juwandi | Asal Taga, Ruteng.
Boko dan Wakyat: Cerpen yang Menyindir, Tapi yang Disindir Tidak Membaca dan Tidak Tahu Diri
Boko dan Wakyat adalah dua cerpen Putu Wijaya yang dibahas dalam Bincang Karya Klub Buku Petra. Oleh: Saverinus Suhardin |
Cara Berbahagia Tanpa Kepala dan Gerbang yang Masih Tertutup
Pada novel “Cara Berbahagia Tanpa Kepala”, kita dapat menemukan epiteksnya pada sampul belakang buku. Oleh: Maria Pankratia | Notulis. Sejak
Membaca Musashi
Membaca Musashi, saya sedikit menyayangkan pengembangan tokoh sampingannya yang terlalu banyak dan panjang. Oleh: Jericho Saban | Lahir di Ende,
Subuh: Menengok Lagi Soal Stereotip dan Keintiman dalam Sekali Duduk
Oleh: Doni Ahmadi | Menulis cerita pendek, esai, dan sesekali menerjemahkan. Bukunya, kumpulan cerpen “Pengarang Dodit” (Basabasi. 2019) Beberapa tulisannya
Kabar Apa yang Kau Bawa dari Kosovo?
Satu sisi Kosovo dimenangkan Turki, sisi lain sang Sultan beserta orang-orangnya dilanda nestapa yang tidak kalah memilukan. Oleh: Z. Arifin
