Menu
Menu

Puisi ini diterjemahkan dari naskah Latin yang ada dalam buku Sedulius, the Paschal Song and Hymns.


Oleh: Mario F. Lawi |

Menerjemahkan karya-karya sastra dari bahasa Latin, Italia dan Inggris untuk Bacapetra.co. Buku-buku terjemahannya yang telah terbit adalah Elegidia: Elegi-Elegi Pendek karya Sulpicia, satu-satunya penyair perempuan era Latin Klasik (2019) dan Puisi-Puisi Pilihan Catullus, penyair Latin Klasik pelopor puisi-puisi cinta (2019). Dua terjemahan terbarunya yang akan terbit adalah Dua Himne karya Sedulius, penyair Latin Kristen, dan Ecloga I  (diterjemahkan bersama Saddam HP) karya Vergilius, penulis epik Aeneis dan penyair Romawi terbesar dari era Latin Klasik.


Sedulius

A solis ortus cardine

A solis ortus cardine
Adusque terrae limitem
Christum canamus principem,
Natum Maria uirgine. ————–4

Dari titik matahari terbit
Sampai ke batas dunia
Mari puji Kristus Pemimpin,
Lahir dari Perawan Maria. ——-4

Beatus auctor saeculi
Seruile corpus induit,
Vt carne carnem liberans
Non perderet quod condidit. —-8

Pencipta dunia yang terberkati
Memakai tubuh sang hamba
Daging dibebaskan-Nya dengan daging
Agar tak sia-sia yang diciptakan-Nya. 8

Clausae parentis uiscera
Caelestis intrat gratia,
Venter puellae baiulat
Secreta quae non nouerat. ——12

Tubuh perawan orang tua
Rahmat surgawi masuki
Rahim sang gadis rangkul
Rahasia yang tak ia tahu. ——-12

Domus pudici pectoris
Templum repente fit Dei,
Intacta nesciens uirum
Verbo creauit filium. ————–16

Rumah hati yang suci
Sekejap jadi Bait Allah;
Tak tersentuh, tak kenal lelaki
Karena Sabda ia lahirkan Putra. 16

Enixa est puerpera
Quem Gabrihel praedixerat,
Quem matris aluo gestiens
Clausus Iohannes senserat. —–20

Ia sakit bersalin dan melahirkan
Seseorang yang dikabarkan Gabriel,
Bersorak-sorai dalam rahim ibu
Yohanes yang dikandung merasakannya. 20

Faeno iacere pertulit,
Praesepe non abhorruit,
Paruoque lacte pastus est,
Per quem nec ales esurit. ——–24

Ia lahir terbaring di atas jerami,
Palungan begitu cocok,
Ia disusui air susu seadanya,
Baginya burung tak boleh lapar. 24

Gaudet chorus caelestium,
Et angeli canunt Deum,
Palamque fit pastoribus
Pastor creatorque omnium. —–28

Kor surgawi bersuka ria,
Dan para malaikat memuji Allah,
Telah dinyatakan kepada para gembala
Pencipta dan Gembala semua makhluk. 28

Hostis Herodes impie,
Christum uenire quid times?
Non eripit mortalia
Qui regna dat caelestia. ———32

Wahai Herodes musuh yang fasik,
Mengapa kau takut Kristus datang?
Dia tak merampas dunia fana,
Dia anugerahkan kerajaan surga. 32

Ibant magi qua uenerant,
Stellam sequentes praeuiam.
Lumen requirunt lumine;
Deum fatentur munere. ———-36

Para Majus pergi seperti datang,
Ikut bintang yang menuntun jalan.
Mencari cahaya dengan cahaya;
Mengakui Allah dengan hadiah. 36

Katerua matrum personat,
Collisa deflens pignora,
Quorum tyrannus milia
Christo sacrauit uictimam. ——40

Kelompok ibu-ibu berteriak,
Meratapi keturunan terhimpit,
Ribuan dari mereka tiran
Jadikan kurban demi Kristus. 40

Lauacra puri gurgitis
Caelestis agnus attigit,
Peccata quae non detulit
Nos abluendo sustulit. ———-44

Pemandian air yang murni
Anak Domba Surgawi masuki,
Dosa-dosa yang tak Ia tanggung
Ia hapus dengan membasuh kita. 44

Miraculis dedit fidem,
Habere se Deum patrem,
Infirma sanans corpora
Et suscitans cadauera. ———48

Dengan ajaib Ia berikan bukti
Allah adalah Bapa-Nya sendiri,
Ia sembuhkan yang sakit
Ia bangkitkan yang mati. ——48

Nouum genus potentiae:
Aquae rubescunt hydriae,
Vinumque iussa fundere
Mutauit unda originem. ——-52

Jenis baru kekuatan:
Air dalam kendi memerah,
Dan ketika minta dituang
Guncangannya ubah substansi. 52

Orat salutem seruulo
Nixus genu centurio,
Credentis ardor plurimus
Extinxit ignes febrium. ———56

Pegawai militer berlutut mendoakan
Kesembuhan hamba mudanya,
Api imannya yang berkobar
Melenyapkan panas demam. 56

Petrus per undas ambulat
Christi leuatus dextera.
Natura quam negauerat
Fides parauit semitam. ——–60

Petrus berjalan di atas air
Diangkat tangan kanan Kristus.
Meski kodrat mengingkarinya,
Iman menyediakan jalannya. 60

Quarta die iam fetidus
Vitam recepit Lazarus,
Mortisque liber uinculis
Factus superstes est sibi. —-64

Sudah berbau busuk, hari keempat
Lazarus menerima hidupnya,
Bebas dari belenggu maut,
Hidup jadi miliknya sendiri. 64

Riuos cruoris torridi
Contacta uestis obstruit,
Fletu rigante supplicis
Arent fluenta sanguinis. ——68

Sentuhan pada jubah kering
Menghentikan pendarahan,
Karena air mata si pemohon
Aliran darah berhenti mengalir. 68

Solutus omni corpore,
Iussus repente surgere,
Suis uicissim gressibus
Aeger uehebat lectulum. —–72

Dengan sekujur tubuh bebas,
Tiba-tiba diminta berdiri,
Dengan melangkah sendiri
Si lumpuh memikul tilamnya. 72

Tunc ille Iudas carnifex
Ausus magistrum tradere,
Pacem ferebat osculo,
Quam non habebat pectore. 76

Lalu Yudas Si Pengkhianat
Berani menyerahkan Sang Guru,
Ciumannya menawarkan damai
Yang tak ia miliki dalam hatinya. 76

Verax datur fallacibus,
Pium flagellat impius,
Crucique fixus innocens
Coniunctus est latronibus. 80

Yang Benar diserahkan kepada penipu,
Yang fasik mencambuki Yang Saleh,
Yang Tak Berdosa dipaku di salib,
Ditemani para penjahat. —–80

Xeromurram post sabbatum
Quaedam uehebant compares,
Quas allocutus angelus
Viuum sepulchro non tegi. 84

Setelah Sabat, beberapa perempuan
Berkumpul membawa dupa kering,
Malaikat memberi tahu mereka
Sang Hidup tak ditawan makam. 84

Ymnis uenite dulcibus,
Omnes canamus subditum
Christi triumpho Tartarum,
Qui nos redemit uenditus. 88

Dengan himne-himne manis, datanglah,
Mari semua bernyanyi bagi kejayaan
Kristus atas Tartarus yang takluk,
Dia yang dijual telah menebus kita. 88

Zelum draconis inuidi
Et os leonis pessimi
Calcauit unicus Dei
Seseque caelis reddidit. —–92

Kecemburuan naga yang dengki
Dan mulut singa paling jahat
Diinjak satu-satunya Putra Allah,
Sang Putra telah kembali ke surga. 92

***

Tentang Sedulius

Menurut Hammerling (2010: 58), Sedulius (harus dibedakan dari Sedulius Scottus atau Sedulius Muda, ahli tata bahasa dan komentator bahasa Latin pada abad kesembilan) dihormati sebagai Bapa Gereja oleh Dante, zaman Renaisans dan Reformasi. Isidorus dari Sevilla dan Petrarca akrab dengan karya-karya Sedulius. Dalam De Divinitate et Humanitate Christi (Tentang Keilahian dan Kemanusiawian Kristus) Martin Luther, yang menerjemahkan karya Sedulius ke bahasa Jerman, menganggapnya sebagai poeta Christianissimus—penyair yang paling Kristen.

Dalam pengantar terjemahan Inggris karya-karya Sedulius, Springer (2007: xiv-xv) menyarankan rentang waktu untuk menentukan masa hidup Sedulius berdasarkan petunjuk-petunjuk tekstual. Sebagai terminus post quem, Carmen paschale dianggap disusun pada akhir abad keempat (tahun 380-an atau 390-an). Sebagai terminus ante quem, Carmen paschale disusun untuk diterbitkan pada tahun-tahun terakhir abad kelima. Jika menyempitkan rentang waktu ini, masa berkarya Sedulius sekitar seperempat kedua paruh pertama abad kelima. Masih menurut Springer, dalam catatan biografis yang ada sekitar awal abad kesembilan, Sedulius dinyatakan sebagai seorang awam yang belajar filsafat di Italia, mengajarkan metrum epik, dan menulis buku-bukunya di Yunani selama masa pemerintahan Theodosius II dan Valentinianus III. Isidorus dari Sevilla menggelari Sedulius sebagai presbyter. Dalam puisi akrostiknya, Belisarius menyebut Sedulius sebagai antistes, kata yang bisa berarti “maestro”, “imam” bahkan “uskup”.

Sedulius populer pada Abad Pertengahan karena Carmen paschale termasuk salah satu karya yang dikaji dalam kurikulum sekolah-sekolah Abad Pertengahan. Carmen paschale masih terus digunakan pada awal zaman modern. Puisi Sedulius disegani pada Abad Pertengahan tidak saja karena dianggap layak untuk dikaji, tetapi juga karena merupakan karya teologi yang baik. Venantius Fortunatus memasukkan Sedulius sebagai salah satu dari otoritas gerejawi dalam puisinya Carmen 8.1. baris 59, menyandingkannya dengan Ambrosius, Basilius, Athanasius, Hieronimus dan Augustinus (Springer, 2007: xix-xx).

Puisi di atas diterjemahkan Mario F. Lawi dari naskah Latin yang ada dalam buku Sedulius, the Paschal Song and Hymns (Springer, 2013). Biodata Sedulius bersumber dari Springer (2013) dan buku The Lord’s Prayer in the Early Church: The Pearl of Great Price (Hammerling, 2010). (*)


Puisi-puisi terjemahan di bacapetra.co dapat disimak di tautan ini.

Bagikan artikel ini ke:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *