Puisi-Puisi Andria Septy – Menyapu Lamunan di Musim Kemarau
20 Desember 2023| | 0 CommentJam Dua Belas Bagian Timur; Keramik Tiongkok; Sabda Ilalang Memanggil Permata dari Selatan; Serigala Hitam; Di Tengah Denyut Memori; Langit Berbunga di Sebelah Barat. Puisi-Puisi Andria Septy
Oleh: Andria Septy |
Lahir dan besar di Samarinda, Kalimantan Timur. Alumnus IP FISIP UNMUL. Menulis puisi dan prosa. Salah satu Emerging Writer Makassar International Writers Festival (MIWF) 2020. Belajar sastra di komunitas Sindikat Lebah Berpikir sejak tahun 2017 dan JPK. Seorang guru freelance. Saat ini, sedang menyelesaikan novelnya. Salam sapa melalui Instagram: @senoritaandriasepty.
Jam Dua Belas Bagian Timur
jam dua belas malam
kerap beralih keperakan
dua tiga bintang berkelipan
sementara pulihkan udara balikpapan
yang menerkam kemistikan
gugusan pulau berwujud pisau
di mata si risau
2023 – Puisi-Puisi Andria Septy
.
Keramik Tiongkok
mangkuk keramik milik nenek
peninggalan dinasti Qing
hadiah saudagar kaya yang meminangnya
telah pecah kemarin lusa
dipisahtemukan
para arwah leluhur
tanpa tahu imbas kerak bumi retak
tawarkan serbuk sari manisan masam
tamarin di lidah dan kita sibuk
berkelana seperti mereka
sementara kerak bumi retak
kendati tiada tersapu badai kemujuran
Juli 2023 – Puisi-Puisi Andria Septy
.
Sabda Ilalang Memanggil Permata dari Selatan
di pinggir jalan beberapa anak capung
rama-rama merapat segera ke cakram bunga wedelia
lamunan pengelana dari selatan
kecantikannya terselubung
setelah tafakur masa libur sekolah
menghadiahi pesta kesepuluh
di tahun sembilan puluh delapan
retas sejuk pohonan jati menuju rumah
masih beraroma daun jeruk nipis dan bunga turi
di bukit yang rahimnya berisi bara
kini ceruk danau hijau pekat tiada berbatas
lambaian tangan ilalang tebar lebur sapa
selembut kain sutera dengan irama musik gambus
menembus liku lalu lalang dari ujung selatan ke tengah laut
bagian milik sultan tercatat tahun empat belas
lima puluh tiga
siapa sambut tanya
taburkan hal menyapu lamunan
di musim kemarau aduhai?
kenapa tiada sisa tanya dalam kaleng selai nanas
atau sisa roti maryam, belum lengkap semua tanpa
roti isi jamur, keju dan acar manis
di meja marmer rumah masa lampau
kau selalu tenggelam tautkan bayang
masa sekolah ibu tak bersepatu-sandal
kaki tak pernah pegal
juga letih kesal, tangan tak ciut
di mana benang hujan
untaian wajah lugu
terpana suasana terpaan hutan tropis kala itu
beserta bunyi ricik ke tanah
bersulang bisik menerkam kebisuan
Bukankah itu persegi panjang serupa jembatan telepati kita?
Juni 2023 – Puisi-Puisi Andria Septy
.
Serigala Hitam
pada ruang diagonal ini ada gema
antar memori berpola terangi remah garis senyum
belum pula seringai cuaca tanpa musim
terbitkan irama bertempo cepat
inilah dinamika permainan ini
lihatlah, di pojok ruang sempit dari sebuah pesta ilusi
ia sempat mengumpulkan suasana sebagai
permintaan maaf, lalu pandangi
kelopak azalea
adalah ingatan menyala
matahari terbit di suatu musim di bulan november
ungkit kembali jejak kaki serigala hitam semalam
senang muntahkan berlian
perang kenang sumber pesakitan menjangkit
di mana eksim terkam memori
tentang malam, tentang sulaman, tentang kebab turki
yang memecah irama permainan ini
penuhi kota bermantel merah bersulam bulan sabit
kini dan nanti
2022-2023 – Puisi-Puisi Andria Septy
.
Di Tengah Denyut Memori
tombol
serunai
emas
simbol
keriaan
berlanjut
rekat memori
berdenyut
pada benih
kata
di tengah
sebutir doa
menyetir
lengkung
langit
_ sejak
pandang
_ mulai terpaut
menyahut
2023 – Puisi-Puisi Andria Septy
.
Langit Berbunga di Sebelah Barat
dari tepi langit sebelah barat
hari terbelah dan larut
ambang lupa pada ceruk asa
maupun ladang berbunga
angin terus membayang rasa hilang
menyapu hela nafas hangat di tengkukmu
2023 – Puisi-Puisi Andria Septy
Ilustrasi: Foto Kaka Ited, diolah dari sini.
Baca juga:
– Hantu Tahun Baru – Shinta Febriany
– Sesaat Sebelum Kau Berlabuh – Afryantho Keyn
– Lidah Mama dan Bintang-Bintang – Surya Gemilang
