Puisi Decimus Magnus Ausonius – Urutan Kota-kota Terkenal dalam Heksameter
25 Agustus 2024| | 0 CommentsPuisi Decimus Magnus Ausonius ini merupakan bagian awal dari puisi heksameternya yang berjudul Ordo Urbium Nobilium.
Oleh: Mario F. Lawi |
Penyair, penerjemah, dan esais. Buku-buku puisi dwibahasanya adalah Bui Ihi: The Cooling of the Harvest and Other Poems (dwibahasa Indonesia-Inggris, terjemahan Inggris dikerjakan oleh John McGlynn, 2019), dan In Porta Siderum (dwibahasa Latin-Indonesia, 2023).
Roma
Yang pertama di antara kota-kota, kediaman para dewa, Roma emas.
.
Konstantinopel dan Karthago
Karthago mengungguli Konstantinopel, tetapi tidak
menyerahkan peringkat, karena tidak suka dianggap ketiga,
tetapi tidak berani berharap urutan kedua yang telah sama-sama ditempati.
Yang satu unggul karena kemakmuran kunonya, yang lain
karena keberuntungan masa kini; yang satu telah berjaya,
yang lain bangkit dan dengan keunggulan berbagai pencapaian baru
melampaui kemasyhuran lampau, memaksa Elissa memberikan tempatnya
kepada Konstantinus. Karthago mempersalahkan para dewa,
kini penuh malu jika kali ini harus mengalah kepada pihak yang nyaris
tidak mengalami keunggulan Roma. Semoga keadaanmu mendamaikan
kecemburuanmu. Pergilah secara setara, ingatlah baik-baik
bahwa melalui kehendak surgawilah keadaan dan nama kalian berubah:
engkau, ketika masih Bernama Byzantin Lygos, dan kau, Punica Byrsa.
.
Antiokhia dan Alexandria
Antiokhia, kediaman pohon salam Phoebus, berada di urutan ketiga,
jika para penduduk Alexander mau jadi yang keempat.
Posisi keduanya sama, dan kegilaan ambisi mendorong keduanya
ke dalam persaingan jahat. Masing-masing kelompok kacau,
dan gila dengan pemberontakan warganya yang panik.
Kota ini bangga karena telah dibentengi Sungai Nil,
dan tempatnya dalam sebagai perlindungan, serta subur dan aman,
kota itu, karena bersaing dengan orang-orang Persia kafir.
Dan kalian berdua, pergilah sejajar dan junjunglah nama Makedonia.
Alexander Agung mendirikanmu; sedangkan yang satu
disebut Seleucum, tanda lahirnya adalah jangkar,
seperti terbakar, tanda pasti bangsanya; melalui seluruh
garis keturunannya tanda lahir ini telah berpindah dengan cepat.
.
Treves
Gallia yang hebat dalam persenjataan belum lama ini ingin sekali dipuji,
Dan Kota Kerajaan Treveri, dekat Sungai Rhine, beristirahat
tanpa khawatir seolah dalam pelukannya berdiam ketenangan yang damai,
ia memberi makan, memberi pakaian dan mempersenjatai pasukan kekaisaran.
Tembok kota yang panjang membentang sampai ke bukit yang luas:
di sampingnya Sungai Moselle melimpah yang berarus tenang mengalir,
membawa dagangan dari semua bangsa asing di bumi.
.
Milan
Di Milan juga terdapat semua yang menakjubkan: kekayaan berlimpah,
rumah-rumah megah yang tak terbilang, para pria yang fasih,
cerdas, dan ceria, juga, kemegahan tempat-tempat yang kian diperbesar
dengan tembok ganda, sirkus sumber kegembiraan warga,
dan gedung-gedung sandiwara tertutup dengan deretan tempat duduk,
kuil Palatina, kota benteng kekaisaran, moneta penuh uang,
dan kawasan yang terkenal sebagai Pemandian Herculeus;
semua bagian peristyla-nya berhias patung-patung marmar,
dengan tembok bertumpuk seperti vallum sebagai benteng mengelilingi batas.
Semua ini, yang kemegahan bentuk maupun ukurannya saling menyaingi,
memberikan kemasyhuran, tak bisa dilampaui kota-kota tetangga di sekitar Roma.
Tentang Decimus Magnus Ausonius
Decimus Magnus Ausonius (c. 310 – d. 395), seorang penyair Romawi dan guru retorika dari Burdigala (sekarang Bordeaux, Prancis. Daftar kota-kota di atas merupakan bagian awal dari puisi heksameternya yang berjudul Ordo Urbium Nobilium (baris 1-45). Dua puisi terkenalnya adalah Mosella, sebuah deskripsi tentang Sungai Moselle, dan Cento Nuptialis, sebuah puisi rakitan dari baris-baris karya penyair besar Romawi Vergilius.
Puisi di atas diterjemahkan Mario F. Lawi dari bahasa Latin berdasarkan versi Latin dalam buku The Works of Ausonius yang disunting, serta diberi pengantar dan komentar oleh R.P.H. Green (1991: 169-170).
Baca juga:
– Cerpen Sreten Asanović – Belasungkawa
– Puisi-Puisi Badi’ Al-Qasha’ila – Andai Aku
– Puisi-Puisi Michele Mari – Puisi-Puisi Cinta untuk Ladyhawke

sangat bagus!! aku tertarik bacanya