Puisi-Puisi Putri Ainiyah Tubulawa – O My Poet, Apa Kau Bahkan Tahu Apa Itu Menderita?
o my dear, berdoa saja tidak bisa/imagine how more downfall you’re gonna meet at this point/o my poet, apa kau
Melayat
Melayat. Nenek diam menatapku. Kali ini dia menatapku, dan aku tak bisa menebak itu apa maksudnya. Oleh: Ilda Karwayu |
Kumcer Perempuan dan Anak-anaknya, Narasi ’65 yang Lain
Sudut pandang yang beragam dapat ditemukan dalam kumpulan cerpen Perempuan dan Anak-anaknya yang berkisah tentang peristiwa ’65. Oleh: Boy Doreng
Puisi-Puisi Gerson Jehamun – Bekal Masa Depan
Dia belum menyiapkan apa-apa untuk bekal masa depan/ Dirinya yang masih ingin belia/ Diceritakan oleh ponakannya, … Oleh: Gerson Jehamun
Teteh Esih
Teteh Esih melirik sekejap ke isi kantong plastik. Berbungkus-bungkus roti yang Teteh tahu, itu harganya mahal. Oleh: Maria Antonia, SFS
Cerpen-Cerpen yang Kami Sukai di Kumcer Keluarga Oriente
Penulis melalui kumcer Keluarga Oriente telah meletakkan seni untuk politik dengan cara melihat kembali sejarah Indonesia memakai medium naratif. Oleh:
Apa yang Tertinggal di Samudra Buatan?
Pulau Batu di Samudra Buatan mengubah perspektif tentang hubungan orang tua dengan anak-anak. Oleh: Betao Lanjong | Pustakawan Klub Buku
