Menu
Menu

seorang lelaki tua menimbang-nimbang segelas koktail/yang masih setengah penuh dan setengah habis./ia begitu kangen dengan satu kenangan


Oleh: Adhimas Prasetyo |

Menulis dan membuat ilustrasi. Karya-karyanya telah dimuat di media cetak dan daring. Buku puisinya yang telah terbit berjudul Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung (Penerbit Buruan, 2020).


Ingatan tentang Laut

—sambil memutar Kaze wo Atsumete, Happy End

berapa jauh jarak yang memisahkanmu dengan bibir pantai,
sebuah tempat yang selalu bisa menghentikan langkahmu.

di sekelilingmu cuma ada angin kota yang beku. sedang kau
tak bisa menemukan apa-apa di langit yang luas dan ungu.

berapa lama waktu yang telah terlewat sejak terakhir kali
kau berlabuh kecup pada bibir yang pernah menjadi milikmu.

kini segalanya semakin jelas, bahwa setiap waktu
kau cuma mengulang hari sambil mengurang diri.

sementara di satu tempat yang jauh, sebuah mercusuar
tak lagi menunggu dan angin berembus ke mana-mana.

2024

.

Sepenggal Cerita yang Tak Sengaja
Kau Temukan pada Kolom Komentar Youtube

—https://www.youtube.com/watch?v=sonLd-32ns4

ini lagu yang selalu ia putar. ulang dan ulang. setiap pagi sebelum berangkat kerja, sambil mengisap dua batang rokok, menenggak secangkir kopi. juga setiap sore, sambil melepas jaket dan kemejanya, lalu melemparnya asal, kami sering bertengkar soal ini. atau setiap kami sama-sama tak bicara pada akhir pekan, kami tidak ke mana-mana. ia selalu benci keramaian, begitu pun aku.

akhirnya aku berani untuk dengar lagu ini. lagi. meski aku masih merasa sakit yang sama. ternyata aku tak pernah terbiasa dengan rasa sakit seperti ini. ia pergi. aku tak bisa menanyakan kabarnya lagi. aku tak bisa menyampaikan kabarku lagi. takkan ada lagi pertengkaran karena soal-soal sepele. aku ingin berdebat dengannya untuk yang terakhir kali: siapa yang lebih selamat, orang yang mengucapkan selamat jalan atau orang yang mengucapkan selamat tinggal.

lagu ini yang selalu ia putar, sampai-sampai aku hafal liriknya. tidakkah mereka tahu ini adalah akhir dunia/semua berakhir waktu kamu bilang selamat tinggal. jangan-jangan dunia memang sudah berakhir sedari kepergiannya tiga tahun yang lalu, waktu kami menghitung jumlah orang yang berbondong pergi, waktu aku mendapatinya menjadi urutan kesekian. jika dunia memang benar sudah berakhir, berarti inilah neraka itu, neraka atas semua kesalahan dan kekalahanku. ini sakit yang harus kuhadapi. ulang dan ulang.

edit: dunia benar-benar sudah berakhir, meski ia tidak sempat bilang selamat tinggal.

2024

.

Apa Saja yang Bisa Kau Temukan di Bar Itu

—dari Piano Man, Billy Joel

BILL MARTIN
AT THE PIANO
SATURDAY NITES

di bar ini, sebelum pukul 09:00 PM, lampu-lampu menyala sebisanya,
sebab bar tak pernah menyangkal datangnya malam.
meski entah mengapa, seperti album foto, semua yang ada
pada tahun sebelum 2000 selalu berwarna kabur dan pucat.

bar sudah penuh dengan orang-orang yang itu-itu lagi.
cuma ada dua kelompok orang di sini,
orang yang bisa menyembunyikan kesepiannya
dan orang yang tak bisa menyembunyikan kesepiannya.

seorang lelaki tua menimbang-nimbang segelas koktail
yang masih setengah penuh dan setengah habis.
ia begitu kangen dengan satu kenangan
yang sebenarnya tak pernah ada pada masa lalunya.

lalu, John si bartender yang pintar berguyon itu
lagi-lagi berhasil membuat seseorang tertawa.
memang. cuma itu yang bisa ia lakukan buat saat ini,
cuma itu yang jadi koping atas nasib malangnya sejauh ini.

dari sebuah bangku, terdengar racau Paul si makelar properti
tentang draf novel yang tak pernah dikelarkannya.
orang-orang terlanjur mengenalnya si real estate novelist,
padahal maksud Paul itu sebenarnya realistic novelist.

sementara Davy kelihatan iya-iya saja di samping Paul.
racauan Paul lebih menarik ketimbang semua bunyi di lautan
yang harus didengar Davy sepanjang sisa hidupnya. sebenarnya
sampai sekarang, ia tak tahu berlayar untuk apa atau siapa.

di tengah semua itu, seorang pelayan perempuan mondar-mandir
bersusah payah agar dirinya tak tumpah, paling tidak sampai sifnya selesai.
selagi manajer bar tahu, setiap pengunjung rela menukar apa pun,
demi bisa melupakan sebentar semua penyesalan di hidupnya.

seharusnya sekarang sudah pukul 09:00 PM lebih beberapa menit.
akhirnya sampai juga, ketika seseorang di balik piano
memulai solo yang sebentar, solo yang kedengaran agak jazzy.
selagi semua orang masih sibuk dengan kesepiannya masing-masing.

2024

.

Membiarkan Tirai Terbuka Waktu Singgah Sore

—sambil mendengar lagu Tirai, Rafika Duri

singgah juga sore, singgah
sore yang apa adanya.

kau menatap sebagian dirimu
yang tipis di pucat dinding,

membelakangi warna langit
yang kuning-keunguan itu.

selagi di ruang dan hati yang lain
seseorang tak sedang bersamamu.

singgah sore yang sebentar,
sebelum pergi dari dirimu.

kau takut menghadapi gelap
yang selalu tak bisa kau maknai.

kau tahu, kau tak pernah bisa
menghindar dari semua cemas ini.

waktu warna sore juga suara Rafika
pelan-pelan memudar padam,

kau membiarkan tirai terbuka
selagi tirai lain tetap tertutup.

2024

.

Sesuatu yang Ingin Kamu Dengar dari Radio Tengah Malam

tengah malam ini lagi. kamu mencari sunyi yang familier
dari berbaris stasiun radio. garis demi garis silih berlewatan.

kamu mendapati pemberhentian-pemberhentian yang sebentar.
kamu belum juga merasa sampai di stasiun yang seharusnya.
potongan-potongan lagu ini, tak satu juga bisa mewakili sendirimu.

sedangkan di berapa stasiun lain, seseorang tak hentinya meremas
daun kering atau membiarkan hujan berbicara lewat mikrofon.

lewat tengah malam ini lagi. kamu belum juga merasakan sunyi
yang familier. harusnya sekarang kamu takut jika sewaktu-waktu
Dorothea datang untuk memilih mana yang harus lebih dulu ia matikan,

radio atau kamu.

2024


Ilustrasi: Cocktail (Oleksandr Hnylyzkyj), dari WikiArt.org.

Baca juga:
Puisi-Puisi Isbedy Stiawan ZS – Tak Ada Puisi Pagi Ini?
Puisi-Puisi Ama Gaspar – Matahari dan Bulan di Sikka
Puisi-Puisi Tjahjono Widarmanto – Tarian Mati


Subscribe to our Newsletter

Get the latest posts delivered right to your inbox.

10 thoughts on “Puisi-Puisi Adhimas Prasetyo – Setengah Penuh dan Setengah Habis”

  1. Riyan berkata:

    Puisi ini sangat bagus intinya hubungan itu saling melengkapi dan saling memperbaiki bukan meng akhiri

  2. Dewik_Pati berkata:

    cukup bagus puisi yg dibuat makna yg tersampaikan sangat jelass

  3. Bagas berkata:

    Menurut ku bagus sih untuk mengisi waktu luang, ama ada pesan nya yaitu bahwa manusia itu saling melengkapi

  4. Bagas berkata:

    Menurut ku bagus banget sih ini puisi, puisi ini dapat menghibur di saat waktu luang, dan kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita itu saling melengkapi

  5. Andini berkata:

    puisinya bagusss bangettt, definisi hubungan ya harus saling melengkapi kekurangan pasangan antara satu sama lain🥰

  6. Zakia Slw berkata:

    Puisi nya Sangat baguss sekali

  7. Panca berkata:

    Puisi ini bener bener bagus banget seorang yg sedang kangen dan sedang kawatir dan seorang lagi yang berhasil menghibur nya, itu perpaduan yang sangat bagus kita dapat mengambil kesimpulan bahwa manusia itu saling melengkapi dan menyayangi

  8. Dwi Nur Karim berkata:

    Suatu cabang pengungkapan seorang manusia dengan rangkaian frasa, seperti halnya bagian bagian frasa yang saling melengkapi untuk menciptakan suatu yang lebih baik, begitu halnya kita.

  9. HEALTY MUHNIVA berkata:

    definisi hubungan itu harus saling melengkapi kekurangan satu sama lain

  10. Jess berkata:

    Puisi ini bagus banget seorang yg sedang kangen dan cemas dan seorang lagi yang berhasil menghibur nya, itu perpaduan yang sangat bagus kita dapat mengambil kesimpulan bahwa manusia itu saling melengkapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *