Menu
Menu

aku mencoba membuka payung di dalam rumahku. & kedua mataku menjadi air terjun. aku tidak pikun.


Oleh: Moch Aldy MA |

Pendiri Gudang Perspektif, editor-ilustrator Omong-Omong Media, editor buku-translator OM Institute, dan Project Manager Pekan Sastra Bogor. Karya-karyanya terbit di berbagai media massa. Bisa disapa melalui Instagram @genrifinaldy dan X @MochaAldyMA.


Memandangi Hopper

kepalamu lengang restoran New York
di malam hari. hari valentine &
seorang lelaki dewasa mengarantina
kesepiannya sendiri. tanpa coklat,
setangkai mawar, peluk hangat, &
sepiring ucapan selamat pagi.

suatu waktu, kau menangkap
basah, di hadapan matahari:
Josephine menanggalkan
pakaiannya satu-satu. sebagai
semoga mampu melucuti
kecemasan-kecemasan
yang membelenggu.

Hopper, alien-alien itu tahu,
telingamu, perekam desing peluru
kamar di sebelahmu. & kami
telah sepakat, sepasang matamu
kamera analog: memotret
apartemen cuma monumen
bagaimana kemasing-masingan
umpama virus menjalari
kehidupan urban.

kau pun mengunyah Degas, angin
bertiup tolol, & seorang badut
membakar sigaret setelah
menyadari hidupnya jauh lebih
banyol. & petang justru
berwarna biru.

bagi kuas-kanvasmu, krisis malaise
artinya: debu laci kantor,
vas bunga palsu, & orang-orang
menjadi arsitek bagi diri
mereka sendiri; membangun
seribu jendela kaca &
selat asing tak terarungi.

bagimu, bahan bakar adalah
vitamin d & fantasi tentang
menjadi burung yang terbang
tanpa dasi. terhindar dari godaan
tali tambang setiap kau
mengembarai malam.

namamu, pengharap. & kau
barangkali berharap entah kapan
punya cukup berani mewarnai
rambutmu dengan warna-warna
cerah. sebab kau pernah
patah. pernah, patah.

(2024)

.

Apakah Air Mata Seorang Asing
Cuma Air yang Mengalir Membasahi
Pipi Mereka Begitu Saja?

tubuh-tubuh tak bernama menangis hari ini. atau mungkin kemarin, aku tidak tahu. aku menerima pesan suara dari panti asuhan: waktu menjadikan mereka yatim. semua yang bernyawa akan merasakan yatim. pemakaman terjadi setiap hari. turut berduka cita. itu tidak bermakna apa-apa. soal kapan mungkin kemarin, aku tidak tahu. barangkali cuma lirisisme murah. aku lama tak mendengar siul burung cungcuing. tapi tubuh-tubuh tak bernama bersaksi kehilangan seorang penting. mereka menghidangkan the new abnormal di meja makanku. kusantap dengan lahap, sehingga aku pernah penasaran: apakah air dalam mata pacarku lebih berharga dari air dalam mata tubuh-tubuh tak bernama itu? kemarin pacarku membacakan hadis tentang menangis. aku mencoba membuka payung di dalam rumahku. & kedua mataku menjadi air terjun. aku tidak pikun.

(2024)

.

Memandangi Klimt

bebunga dicipta untuk
mendindingi banalitas
dunia, femme fatale seribu
kali lipat lebih rumit dari
filsafat, & berciuman
lebih asyik-ekstatik dari
sekadar melukiskan ciuman.

(2024)

.

Memang Kau Tidak Bertanya

memang kau tidak bertanya. tapi aku mengunyah omong kosong machoisme dari patung-patung Yunani Kuno yang berbadan atletis namun berpenis mini. & menelan omong kosong maskulinitas toksik dari delapan puluh persen bunuh diri dilakukan lelaki. oleh karenanya, maukah kau sebentar saja menggergaji penis besarku & mengubur dalam-dalam batangnya yang menjulang setinggi patriarki di halaman belakang rumahku? kau mungkin mengangguk sebagai mekanisme terhadap lelucon. lalu berkonspirasi misal bumi perempuan, maka aku cenderung kompleks oidipus. faktanya, aku tidak merasa Sangkuriang. memang kau tidak bertanya. tapi aku menanam curiga halus kau lesbian. & kau mencintaiku sebab jiwaku begitu perempuan. memang kau tidak bertanya. tapi omong-omong, kata Jung, kita terlahir biseksual. aku percaya, tuhan di surga lebih permisif & asyik dari tuhan di negara kita.

(2024)

.

Memandangi Kandinsky

barangkali semua gara-gara
opera Wagner membahasakan
kunci A, E, D, & B & kau
sinestesia: derap langkah
dua penunggang kuda mengalun
manis di telinga. seperti lagu
ulang tahun. kemudian abstrak
memanggilmu bapak. sebanyak
tiga kali.

di lingkaran Moskva, gambar
bukan cerita-cerita tradisional,
mitologi, & sesuatu yang
mengawang. sebab bentuk &
warna tak pernah cuma bentuk &
warna. sebab seniman boleh jadi
nabi & lukisan sama dengan
kitab suci.

seni adalah bagaimana kau
menyusupkan komposisi musik
ke dalam cat akrilik.

(2024)


Ilustrasi: Woman with Umbrella (Olexandr Archipenko), dari WikiArt.org.

Baca juga:
Puisi-Puisi Halim Bahriz – Terapi Membaca
Puisi-Puisi Zulkifli Songyanan – Nyaris Lewat Tengah Malam
Puisi-Puisi Cinta Victor Hugo


Subscribe to our Newsletter

Get the latest posts delivered right to your inbox.

12 thoughts on “Puisi-Puisi Moch Aldy MA – Kedua Mataku Menjadi Air Terjun”

  1. na berkata:

    tulisanmu begitu indah dan maknanya dalam kamu mengekspresikan dengan baik lewat tulisanmu

  2. Fads berkata:

    Keren mas, diksi, majas, larik dan suasana tergambar dalam sajak. Beberapa kata seperti membaca sajak Afrizal Malna dan Goenawan Mohamad. Makna mendalam tentunya, ketika hadist dibacakan, tentang kematian. Mitos burung cingcuing pun hancur dihadapan kematian.

  3. jafar berkata:

    puisi yang sangat menyentuh kalbu

  4. Galih berkata:

    Aku suka sekali puisi ini

  5. Syaefulmujib berkata:

    Puisi yang indah untuk di dengar dan makna yang sangat bagus

  6. Syaefulmujib berkata:

    puisi diatas memiliki makna yang menyentuh hati, yang menggambarkan kesedihan setiap orang

  7. hologramfurry101130379e berkata:

    Puisi nya baguss banget mengapresiasikan tentang keadaan kata katanya juga sangat indah dan puistis

  8. Husnul berkata:

    Puisi yang menyentuh hati, yang menggambarkan kesedihan setiap orang.

  9. Muhammad Daffa berkata:

    Lebih main-main menurutku ketimbang puisi Aldy MA yang biasanya, entah pembacaanku aja atau gimana, gaya tuturnya cenderung bercerita, tapi tetap dalam koridor puitika yang terjaga

  10. Vivi seli berkata:

    Bagus sangat mengapresiasikan keadaan

  11. Farel berkata:

    puisi diatas memiliki makna yang dalam dan ajaran yang berguna bagi hidup

  12. versatilementalitycb3755a8f5 berkata:

    Puisi “Moch Aldy: Ma Kedua Matajadi Air Terjun” adalah karya sastra yang menggambarkan perasaan dan pengalaman seseorang yang mengalami kehidupan yang penuh dengan tantangan dan kesedihan. Puisi ini menggunakan metafora dan bahasa yang puitis untuk mengekspresikan perasaan penulis.
    Ulasan Puisi:
    Tema dan Pesan:
    Puisi ini mengangkat tema tentang kesedihan, kehilangan, dan transformasi. Melalui metafora “kedua mataku menjadi air terjun,” penulis menggambarkan perasaan yang begitu dalam dan kuat sehingga seolah-olah mata air terjun yang terus mengalir. Ini bisa diartikan sebagai perasaan yang tidak dapat dihentikan dan terus menerus.
    Gaya Bahasa dan Puisi:
    Penulis menggunakan gaya yang kaya dan puitis. Penggunaan kata “air terjun” sebagai metafora adalah pilihan yang tepat untuk menggambarkan perasaan yang begitu besar dan mendalam. Gaya penulisan ini membuat puisi menjadi hidup dan mampu menyentuh pembaca secara emosional.
    Ekspresi Emosional:
    Puisi ini berhasil mengekspresikan emosi yang mendalam dengan cara yang sangat. Pembaca dapat merasakan kesedihan dan kelelahan yang dialami oleh penulis melalui kata-kata dan gambaran yang diberikan.
    Struktur dan Rima:
    Struktur puisi ini mungkin tidak terlalu, tetapi rima dan ritme yang digunakan memberikan kesan yang kuat. Struktur yang sederhana namun penuh dengan makna membuat puisi ini lebih mudah diingat dan dipahami oleh pembaca.
    Konteks Sosial dan Pribadi:
    Puisi ini bisa jadi mencerminkan pengalaman pribadi penulis yang telah mengalami banyak kesedihan dan kehilangan. Ini memberikan kedalaman lebih pada puisi dan membuatnya relevan dengan kehidupan nyata.
    Secara keseluruhan, puisi “Moch Aldy: Ma Kedua Mataku Menjadi Air Terjun” adalah karya yang menggugah dan penuh dengan makna. Melalui penggunaan metafora yang kuat dan ekspresi emosional yang jelas, penulis berhasil menyampaikan perasaan yang mendalam tentang kesedihan dan kehilangan. Puisi iniukkan betapa kuatnya perasaan manusia dan bagaimana hal itu dapat diekspresikan melalui kata-kata yang indah dan puitis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *